Tepi Barat – Sebuah bangunan di Jenin, bagian utara Tepi Barat, menjadi sasaran serangan udara militer Israel (IDF). Akibat serangan itu, Kementerian Kesehatan Palestina satu orang tewas dan delapan lain lainnya mengalami luka-luka.
Militer Israel mengatakan bahwa orang-orang yang ada di bangunan tersebut sedang mengadaka pertemuan untuk melancarkan serangan teror. Satu-satunya orang yang tewas dalam serangan itu adalah Aslam Hamaisa, salah satu komandan Brigade Jenin dari milisi Jihad Islam Palestina (PJI). Keberadaannya terdeteksi oleh anggota Shin Bet, dinas kontraintelijen Israel, yang berada di sekitar lokasi.
Hamaisa menjadi salah satu orang yang dianggap bertanggungjawab atas serangan mematikan di pemukiman Hermesh, Tepi Barat, pada Mei 2023. Selain itu, ia juga dianggap terlibat dalam sebuah serangan jalanan yang mengakibatkan beberapa warga sipil terluka.
Shin Bet telah memantau infrastruktur Batalyon Jenin selama beberapa waktu. Tak lama setelah serangan tersebut, IDF dan Shin Bet mengatakan bahwa mereka menargetkan pusat operasi di Palestina, dan bahwa jet tempur yang melancarkan serangan yang menewaskan Hamaisa dilakukan di bawah bimbingan dinas keamanan.
Daerah Jenin telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai pusat pelatihan dan kaderisasi kelompok bersenjata. Kelompok ini kerap melakukan serangan ke berbagai wilayah Israel.


