Sulawesi Selatan – Hujan deras selama enam jam yang melanda Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menyebabkan Sungai Baliase dan Sungai Rongkong meluap. Akibatnya beberapa desa di Kecamatan Mappideceng dan Kecamatan Baebunta Selatan dilanda banjir. Warga setempat mengatakan banjir datang sekitar pukul 02.00 WITA.
Di Kecamatan Mappideceng, banjir melanda desa Desa Kapidi, Ujung Mattajang, dan Tara Tallu. Sedangkan di Kecamatan Baebunta Selatan, banjir setinggi satu meter menerjang sepuluh desa.
Ketinggian air yang naik dengan cepat membuat warga segera mengevakuasi diri tanpa sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Karena situasi gelap dan tidak ada persiapan apapun, proses evakuasi dilakukan secara darurat menggunakan alat seadanya. Termasuk menggunakan perahu dari batang pohon pisang.
“Ada 10 desa yang terendam banjir, tetapi yang terparah ada di desa yakni Beringin Jaya, Lawe-lawe, Polewali, Lara, Mekar Sari Jaya dan Lembang-Lembang,” kata Camat Baebunta Selatan, Ikhdiahni.
“Untuk rumah warga yang terdampak ada ribuan, dan ada juga fasilitas ibadah dan pendidikan. Selain itu, banjir kali ini juga merendam lahan pertanian dan perkebunan warga. Semua diperkirakan gagal panen,” lanjutnya.
Salah seorang warga Mappedeceng, Hendra Algafur, menyatakan bahwa meskipun banjir sering terjadi di daerah tersebut, kali ini cukup parah meskipun hanya hujan selama enam jam.
“Banjir kali ini cukup parah karena selain merendam lahan pertanian warga, juga merendam jalan utama di Cendana Putih 2, menghambat semua alat transportasi,” ungkap Hendra


