Sentul – Olahraga sambil menikmati keindahan alam bisa diwujudkan melalui Trail Run ini. Bagi sebagian orang, trail run belum terlalu dikenal apalagi dilakukan. Trail run adalah jenis lari yang dilakukan di alam terbuka, biasanya rutenya melalui perbukitan, hutan, pegunungan atau jalanan yang memiliki tanjakan.
“Perlu terbiasa sih, biar pede kalau kaki kita berdiri di batu atau medan yang tepat. Harus percaya diri kalau gak akan jatuh dan seimbang. Semua harus latihan terus biar terbiasa,” kata Ian Jahrin salah satu penggemar trail run dari komunitas Ciputat Runners.
Bagi runner yang suka tantangan yang memacu adrenalin olahraga ini jadi pilihan yang sangat tepat. Medan lari yang anti-mainstream jadi tantangan tersendiri bagi pelari. Tentu medan lari yang akan dilalui adalah bebatuan dan tanah licin, ditambah dengan jalanan yang menanjak. Selain itu ada beberapa tantangan menarik yang berbeda dari lari biasanya. Pertama adalah kondisi alam, mulai dari angin dan oksigen, semakin tinggi pelari melangkah semakin sulit tipis juga kadar oksigen yang bisa dihirup. Ditambah dengan angin kencang yang sulit dibendung, menjadi tantangan menarik yang sekaligus bisa menjadi bumerang apabila tidak dipersiapkan dengan baik.
Kedua adalah ketepatan melangkah, satu hal yang sangat penting adalah perihal kewaspadaan. Berlari di alam dengan elevasi yang tinggi membuat kita harus jauh lebih waspada terutama dalam langkah yang diambil. Setiap langkah menjadi berarti, maka harus selalu melihat jalan, pastikan kaki menapak di medan yang tepat. Bukan di batu atau tanah yang licin. Butuh pengambilan keputusan yang cepat namun harus tepat, dan hal itu akan tumbuh sejalan dengan tingginya jam terbang.
Ketiga pentingnya persiapan yang berbeda dari biasanya, jika lari di jogging track kita hanya perlu sepatu olahraga dan baju olahraga biasa. Lain halnya dengan trail run, perlu peralatan khusus yang akan membantu jalannya olahraga ini. Butuh trekking pole semacam tongkat yang akan membantu kita berdiri stabil. Untuk sepatu juga sebenarnya khusus, yaitu sepatu trail yang biasanya sol-nya lebih tebal dan bergerigi. Cuaca yang relatif lebih dingin juga mengharuskan kita untuk menggunakan jaket windbreaker agar tidak masuk angin yang bisa mengganggu olahraga.
Itulah tiga tantangan utama yang harus diperhatikan sebelum berkeputusan untuk trail run. Selanjutnya berbicara mengenai lokasi, Sentul menjadi tempat yang tepat untuk trekking. Sentul memang dikenal dengan wisata alamnya dan jadi favorit warga Jabodetabek, daerahnya yang tak terlalu jauh namun memiliki pesona alam indah. Banyak bukit yang bisa dijadikan tempat untuk melakukan trail run, mulai dari Bukit Ciung dengan ketinggian 950 mdpl, Bukit Paniisan dengan ketinggian 846 mdpl, Bukit Daolong dengan ketinggian 800 mdpl. Tak hanya bukit banyak juga curug-curug dengan air yang masih jernih, tentu harus melakukan trekking / trail run untuk mencapai curug tersebut. Namun trail run lebih sering dilakukan menuju bukit atau puncak gunung, karena mengincar elevasi atau tanjakan yang menantang.
Untuk pengelolaan wisata di Sentul juga sudah cukup baik, banyak warga lokal yang diberdayakan untuk menjadi guide bahkan penjual warung. Walau tak jarang juga pungutan liar kerap dilakukan warga setempat. Namun memang Sentul masih memiliki keindahan alam yang terjaga, walau hanya satu jam dari Jakarta rasanya sudah jauh sekali meninggalkan Jakarta.
Perlu diperhatikan juga kondisi jalan menuju Sentul yang cukup ekstrim terutama jika ingin menuju ke daerah perbukitan. Lalu lintas padat di jalan yang sempit sering terjadi, lakalantas pun ikut meningkat. Maka perlu diperhatikan jam dan kendaraan yang digunakan.


