Jakarta – Penggunaan kendaraan listrik terus mendapat dukungan dari Pemerintah RI. Selain menjadi lokasi untuk memasarkan produk, Indonesia menjadi tempat memproduksi kendaraan ramah lingkungan kelas dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan, Indonesia siap untuk menjadi produsen electric vehicle atau kendaraan listrik di pasar global.
“Pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Indonesia saat ini mendapatkan momentum baik karena didukung kondisi Indonesia yang merupakan produsen bahan mineral logam nikel terbesar di dunia,” ucapnya, dikutip dari Antara Senin (4/12).
Terkait upaya percepatan produksi EV di Indonesia, Menko Airlangga, mengapresiasi komitmen PT Chery Motor Indonesia dan PT Handal Indonesia Motor yang akan merealisasikan produksi EV di Tanah Air. Diketahui, mobil listrik merek Chery akan dirakit di pabrik mobil di Bekasi, Jawa Barat.
“Kontribusi tersebut akan turut bermanfaat dalam pengembangan industri otomotif yang bertransformasi menuju era elektrifikasi dan ekosistem ramah lingkungan,” katanya.
Airlangga juga menyampaikan harapannya bahwa dengan dengan dimulainya produksi perdana mobil Omoda 5 EV ini akan dapat mendiversifikasi jenis mobil listrik di Indonesia dan memberikan alternatif pilihan yang lebih banyak bagi konsumen.
“Saya juga berharap kepada Chery Indonesia untuk mempertimbangkan produksi mobil listrik di Indonesia sebagai basis ekspor, antara lain untuk pasar Vietnam, Filipina, dan Australia. Ekosistem EV dan baterai sudah lengkap, sehingga Indonesia cukup efisien sebagai produsen EV untuk pasar global. Oleh karena itu, kami tunggu peluncuran produknya, dan investasi lanjutan juga ditunggu pemerintah,” ujarnya.
Menurut dia, pengembangan kendaraan listrik di Indonesia akan semakin masif ke depan seiring mengalirnya investasi dari pabrikan kendaraan listrik. Hingga awal Kuartal IV-2023, penjualan domestik mobil listrik tercatat mencapai 11.916 unit.
Berdasarkan kajian ERIA, potensi manfaat pada tahun 2040 yang didapatkan Indonesia melalui penghematan impor BBM dengan implementasi mobil listrik/BEV dapat mencapai 15 miliar dolar AS dan sepeda motor listrik 10 miliar dolar AS. Selain itu, Indonesia juga telah menjajaki potensi hydrogen fuel cell sebagai bagian dari upaya mempromosikan solusi energi berkelanjutan dan bersih tanpa emisi.