Jakarta – Wakil Ketua Umum Mobilitas Ikatan Motor Indonesia (IMI), Rifat Sungkar, mengingatkan pentingnya pelatihan keselamatan berkendara (safety driving) untuk mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas. Pengetahuan dasar aturan lalu lintas dan kendaraan yang digunakan sangat penting. Dengan pengetahuan tersebut, diharapkan pengendara lebih berhati-hati dan bijak dalam berkendara.
“Kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Problem terbesarnya, begitu kita punya kendaraan, kita pikir kita bisa langsung memakainya begitu saja,” ujar Rifat.
Di samping itu, kualitas jalan raya yang juga kerap menjadi penyebab kecelakaan.
“Banyak kecelakaan yang terjadi karena human error. Jumlahnya di atas 80 persen. Biar begitu, faktor lain, seperti kualitas kondisi jalan, juga sangat berpengaruh,” katanya.
Sementara itu, banyak kecelakaan terjadi karena pengendara terburu-buru. Padahal jika pengendara berangkat lebih awal, kecepatan kendaraan dapat dikurangi sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Maka manajemen waktu juga menentukan pola perilaku berkendara.
“Banyak kejadian kecelakaan karena orang buru-buru, padahal kalau dia jalan misalnya satu jam lebih cepat, kecepatan per km lebih rendah, risiko yang dihadapi juga lebih rendah. Jadi manajemen waktu adalah kunci dari semuanya,” pungkasnya.
Pernyataan Rifat mereaksi kecelakaan yang melibatkan mobil Porsche Cayman pada hari Rabu (19/6) dini hari. Dalam kejadian pada hari Rabu (19/6) tersebut, pengendara tewas setelah mobil yang dikendarainya menabrak bagian belakang truk di kawasan Gerbang Tol (GT) Kuningan 2, Jakarta Selatan.


