Jakarta – Pengakuan mengejutkan disampaikan Staf Khusus mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), Joice Triatman, saat bersaksi dalam kasus gratifikasi dan pemerasan yang dilakukan mantan Mentan, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Dalam kesaksiannya, Joice mengungkapkan adanya aliran uang ke organisasi sayap Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk program pembagian 6.800 paket sembako ke 34 provinsi.
Joice mengaku mendapat perintah dari SYL untuk berkoordinasi dengan eks Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono, terkait program paket sembako tersebut pada tahun 2023.
“Saya mendapatkan perintah dari Pak Menteri untuk berkoordinasi dengan Pak Kasdi, Pak Sekjen untuk terkait pada saat itu menjelang bulan suci Ramadan. Untuk itu ada kegiatan untuk menyalurkan sembako kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui kantor DPW Garnita Malahayati,” jelas Joice.
Kasdi kemudian mengutus Kepala Biro Umum Kementan, Sukim, untuk berkoordinasi terkait alamat penerima paket sembako tersebut. Alamat para penerima pakaet tersebut adalah anggota Garnita Malahayati di 34 Provinsi. Setelah itu, lanjut dia, daftar penerima itu kemudian diserahkan ke Sukim. Meski demikian, Joice mengaku tidak mengetahui nilai anggaran program tersebut.
Joice saat itu tidak mengetahui jika sumber dana program pembagian paket sembako itu dari Kementan.
“Dananya dari mana tahu nggak saudara?” tanya hakim.
“Tidak tahu,” jawab Joice.
“Apakah saudara tahu bahwa ternyata dananya dari Kementan?”
“Saya tidak tahu.”
“Jadi saudara hanya memfasilitasi aja ya?”
“Iya, karena saya perintahnya untuk berkoordinasi memberikan alamat penerima di setiap provinsi dan juga bukti terimanya sudah diserahkan kepada masyarakat.”
SYL telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus korupsi di Kementerian Pertanian. Dia dijerat dengan pasal pemerasan, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang. Dalam dakwaan, diduga SYL menerima gratifikasi senilai Rp44,5 miliar. Jumlah tersebut didapatkan dari patungan pejabat eselon I dan 20% dari anggaran di masing-masing Sekretariat, Direktorat, dan Badan pada Kementan.


