Doha – Di Piala Asia kali ini, nasib Malaysia tak sebaik tiga wakil negara Asia Tenggara lainnya. Dua kali main, dua kali kalah tanpa bisa bikin gol. Setelah dihajar Yordania 0-4, Malaysia ditumbangkan Bahrain 0-1 lewat gol Ali Madan di menit 90+5.
Sore ini, 18.30 WIB, di laga pamungkas Grup E, tim negeri jiran di bawah asuhan Kim Pan-gon bertemu dengan negara asal pelatih mereka. Korea Selatan, negara di peringkat FIFA 23 dibesut Jürgen Klinsmann (Jerman), diperkuat pemain menonjol ala Son Heung-min (Spurs), Hwang Hee-chan (Wolves), Kim Min-jae (Bayern Munich) sudah punya nilai empat. Setelah menang 3-1 atas Bahrain, Korsel harus puas ditahan 2-2 Yordania.
Klinsmann mengaku mewaspadai Malaysia yang punya ‘K-Connection’ di tim, karena yakin Kim Pan-gon tahu ‘jeroan’ tim negeri ginseng itu.
“Pan Gon mengenal orang-orang ini (pemain nasional Korea Selatan) dengan sangat baik dan mengenal tim. Dia mendapat banyak informasi tentang kami dan itu bagus untuknya. Kami harus melakukan tugas kami dan melakukan pendekatan dengan cara yang benar,” kata Klinsi.
“Kami harus menghormati Malaysia, bermain keras, segera menghadapi tantangan, dan menjaga tempo,” lanjutnya.
Klinsmann juga berbicara tentang kehebatan striker bintangnya Son Heung Min dan paham Malaysia akan membuat rencana khusus untuk menghentikan striker Tottenham Hotspur tersebut.
“Saya pikir wajar jika Son mendapat perhatian khusus. Lawan akan menggunakan dua-tiga pemain untuk menutupnya karena dia akan menemukan ruang dan peluang untuk mencetak gol dan memberikan assist. Dia tahu kapan harus bergerak ke kiri atau ke kanan, memutar dan mencari ruang,” ungkap peraih Piala Dunia 1990 itu.
Partai lain di Grup E mempertemukan Yordania dan Bahrain, yang memiliki peluang besar untuk lolos ke fase knock-out bersama Korsel. Yordania punya nilai 4 hasil menang 4-0 atas Malaysia dan seri melawan Korea, sementara Bahrain baru sekali menang atas Malaysia dan kalah dari Korsel 1-3.


