Batang – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mulai menggencarkan kembali program Waktu Belajar Masyarakat (WBM). Ini dilakukan karena belakangan kasus kenakalan remaja di Kabupaten Batang mengalami kenaikan sifnifikan.
“Pada 2018 sudah pernah dicanangkan jam wajib belajar mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.00. Anak-anak tidak boleh keluar rumah untuk fokus belajar. Oleh karena itu, kami kembali menggencarkan jam wajib belajar tersebut pada para pelajar,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Bambang Suryantoro pada hari Minggu (21/1).
Dulu program WBM dinilai berhasil, lantaran mampu menekan jumlah kasus kenakalan remaja secara signifikan. Sayangnya setelah program tersebut dihentikan, kasus kenakalan remaja kembali meningkat hingga pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Kasus paling banyak adalah tawauran, baik antar kelompok maupun sekolah.
Bambang juga mengingatkan bahwa dalam hal ini pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Peran serta aktif dari orangtua juga mutlak diperlukan. Selain mendidik serta mengarahkan anak-anak pada kegiatan yang positif, orangtua juga diharapkan melakukan pemantauan terhadap aktivitas anak.
“Oleh karena itu, kami tidak henti-hentinya berpesan pada pihak sekolah agar memberikan perhatian khusus pada anak-anak yang kelihatan nyeleneh (berperilaku negatif). Jika perlu dilaporkan pada Bhabinkamtibmas biar ada penindakan atau pembinaan. Peran orang tua sangat penting. Kami tidak mungkin sepenuhnya mengatasi sendiri tanpa keterlibatan dari masyarakat, khususnya orang tua anak,” jelasnya.


