Jakarta – Masyarakat Indonesia kini ditawarkan tiga pilihan pada mobil baru, yakni bermesin konvensional (bensin maupun bensin), mengusung teknologi hybrid, serta mengandalkan baterai dan motor listrik sebagai jantung penggerak.
Ketiganya pun memiliki keunggulan tersendiri. Mobil bermesin konvensional misalnya, tak perlu waktu lama untuk pengisian baterai dan bisa dikemudikan tanpa memikirkan jarak tempuh.
Sedangkan mobil hybrid, bisa dikategorikan satu level di atas versi konvensional. Melalui produk ini, pabrikan mengombinasikan dinamo dan baterai dengan mesin bensin maupun bensin. Hasilnya, kendaraan lebih irit BBM, tak perlu pusing dengan jarak tempuh dan tak perlu mengecas.
Pilihan baru lainnya adalah mobil listrik. Kendaraan ini dirancang oleh produsen otomotif dengan mengandalkan dinamo (motor penggerak), baterai, serta controller. Hasilnya, kendaraan roda empat bisa melaju dengan halus tanpa bising dan yang pasti tidak menghasilkan asap.
Melihat hal tersebut, Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu menilai, mobil hybrid masih menjadi pilihan yang relevan oleh konsumen elektrifikasi di Indonesia.
“Pergeseran ICE ke EV akan berlangsung secara mulus selama 2024. Penjualan terbesar justru terjadi pada kendaraan hybrid. Kendala harga baterai yang memiliki harga masih mahal tetap masih menjadi tantangannya,” ucap Yannes, Senin (8/1).
Menurut Yannes, para produsen otomotif baru yang membawa berbagai kendaraan elektrik penuh mereka perlu strategi yang menyeluruh. Pertama, produk harus disesuaikan dengan pasar lokal, mempertimbangkan kondisi geografis, infrastruktur, preferensi desain, jangkauan baterai, dan juga yang terpenting adalah harga.
Selain itu, jangkauan baterai yang lebih jauh juga perlu menjadi perhatian khusus bagi para produsen otomotif yang hendak menyediakan varian elektrik penuh untuk konsumen Indonesia.
“Produsen juga harus fokus pada inovasi teknologi seperti baterai berkapasitas tinggi dan fitur konektivitas canggih. Kolaborasi dengan penyedia layanan keuangan untuk menyediakan opsi pembiayaan yang menarik akan meningkatkan aksesibilitas EV,” ucap Yannes.


