Jakarta – Hari Ulang Tahun Presiden RI ke-V yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputeri ke 77 tahun yang jatuh pada hari ini, juga mendapat atensi dari Presiden Jokowi. Karangan bunga anggrek berwarna ungu dari Jokowi sempat mampir ke rumah Megawati di Kawasan Menteng, Jakarta.
Pengamat politik dari Nusakom Pratama Institute, Ari Junaedi mengatakan aksi Jokowi mengirim bunga kali ini terasa “hambar” dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana Jokowi menyempatkan hadir secara fisik memberi ucapan langsung kepada ketua umum partai yang mengusung dirinya sejak Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta serta anak menantunya menjadi kepala daerah di Solo dan Medan.
Boleh jadi kiriman bunga tersebut sengaja dikirimkan Jokowi kepada Megawati untuk menghindari kekikukkan yang mungkin terjadi saat dirinya bersua dengan tokoh yang membesarkan karir politiknya dan kerabatnya.
“Bukan karena faktor Megawati yang enggan berjumpa tetapi rasa tidak nyaman dari Jokowi karena merasa diri dan keluarganya telah membuat kekecewaan yang mendalam terhadap Megawati. Bisa jadi pula, Jokowi dan keluarganya memang tidak punya rasa ewuh pakewuh lagi terhadap sosok Ibu yg begitu besar jasanya terhadap diri dan keluarganya sehingga menghindar dari pertemuan langsung. Cukup mengirim bunga saja tanpa perlu bertemu secara fidik,” ungkap Ari Junaedi.
Menurut pengajar program pascasarjana di berbagai perguruan tinggi di tanah air itu, secara simbolik dari kiriman bunga ulang tahun Megawati tersebut, Jokowi ingin memberi sinyal dirinya bukan lagi kader PDIP.
“Setahu saya, Ibu Megawati begitu suka dengan mawar berwarna merah walau bunga anggrek juga menjadi favoritnya. Warna ungu dari bunga anggrek yang dikirimkan Jokowi menjadi kode keras kalau dirinya bukan lagi “merah” dan dirinya tidak perlu pula mendatangi Megawati mengingat arah politiknya telah berseberangan,” tegas Ari.




