|

Jakarta – Visi Misi dan Program Ekonomi pasangan Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Mahfud MD dinilai paling realistis serta menjawab langsung persoalan yang dihadapi masyarakat, baik masa kini, jangka pendek, dan jangka panjang.

“Masalah yang kerap dikeluhkan rakyat saat ini adalah sulitnya mendapat pekerjaan, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan permodalan ketika hendak membuka usaha baru bagi pemula untuk mendorong para pengusaha,” kata Ketua Ganjar Center Poempida Hidayatulloh di Jakarta, Kamis (11/1/2024).

Kesulitan mendapatkan pekerjaan, kata Poempida, berhubungan dengan bonus demografi, di mana usia produktif yang merupakan angkatan kerja tinggi. Di sisi lain, ada tantangan dari kemajuan teknologi seperti artificial intelligence (AI) yang membuat pergeseran di lapangan pekerjaan.

Menurut Poempida, harus diciptakan lapangan pekerjaan, dan Ganjar-Mahfud menargetkan membuka 17 juta lapangan pekerjaan selama 5 tahun jika memenangkan Pilpres 2024.

“Untuk itu, mau tidak mau, untuk membuka lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi harus bergerak cepat, dan target pertumbuhan ekonomi 7%,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, maka harus didukung dengan pendanaan untuk menjalankan berbagai program.

Pertumbuhan ekonomi, menurut Poempida, bersinggungan dengan penegakan hukum, khususnya bagi pelaku korupsi. Artinya, penegakan hukum dan pertumbuhan ekonomi saling berhubungan.

Pelaku korupsi dipidana seberat-beratnya dan dimiskinkan. Adapun, aset-aset yang dimiliki para koruptor tersebut bisa disita negara, dan digunakan untuk mendanai program Pembangunan.

“Ganjar-Mahfud tidak usang utang ke luar negeri, dan tidak hanya mengandalkan APBN. Aset-aset yang ditarik pemerintah dari para koruptor yang memperkaya sendiri, dan sudah diputus di pengadilan serta berkekuatan tetap bisa digunakan untuk membiayai program-program untuk kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Program unggulan lain yang digagas Ganjar-Mahfud untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah mengeksplorasi kekayaan laut (maritim) untuk kesejahteraan rakyat.

Disebutkan, laut memiliki kekayaan beragam yang belum maksimal dieksplorasi, di antaranya terumbu karang, pariwisata di bawah laut, pengolahan air laut menjadi garam, serta energi terbarukakan seperti tenaga angin di lepas pantai dan tenaga air,

“Jangan hanya mengandalkan sumber daya alam di darat. Ini sudah penuh. Harus ekspansi ke sektor maritim,” tandasnya.

Sejalan dengan itu, program untuk mencetak 1,6 juta pengusaha mikro dapat tercapai dengan melibatkan mereka mengeksplor kekayaan maritim.

Share.
Exit mobile version