Polisi Gadungan Niat Tipu Warga Kulon Progo, tapi Malah Kena Prank

LIMAPAGI – Modus penipuan melalui sambungan telepon bukan hal baru. Pasalnya sudah banyak masyarakat yang jadi korban atas kejahatan ini. Meski begitu, masih ada saja pelaku yang menggunakan modus lawas tersebut.

Baru-baru ini seorang pria bernama M. Danan, 33 tahun asal Terbah, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, hampir jadi korban penipuan melalui telepon dengan nomor 081362359592.

Pelaku menelepon calon korban dan mengatakan bahwa anaknya diamankan polisi karena kedapatan membawa narkoba. Pelaku lalu menawarkan damai dengan menukar dengan sejumlah uang. Saat itu pelaku mengaku polisi bernama Imam Wahyudi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).

“Dia bilang, anak saya kena razia dan menemukan dua bungkus plastik kecil berisikan narkoba jenis sabu seberat 0,15 gram,” kata Danan saat dihubungi, Senin, 31 Mei 2021.

Penipuan ini terjadi pada Minggu, 30 Mei 2021 sekitar dini hari. Pelaku meminta uang damai sebesar Rp15 juta. Nantinya anak calon korban bisa dibebaskan dan tidak akan diproses ke jalur hukum.

“Dia bilang, anak saya kena razia dan menemukan dua bungkus plastik kecil berisikan narkoba jenis sabu seberat 0,15 gram”

Pelaku juga meminta korban agar merahasiakan perdamaian tidak diketahui oleh siapa pun. Pelaku mengaku mempertaruhkan pangkat dan jabatannya demi membantu calon korban tersebut.

Beruntungnya korban tidak percaya dengan omongan pelaku. Lucunya, ia malah nge-prank balik pelaku. “Kalau Rp15 juta saya enggak ada pak. Saya jawab Rp5 juta pak, kalau mau lebih harus harus jual kambing dulu,” ucap Danan.

Pelaku akhirnya mengalah meski hanya mendapatkan uang damai sebesar Rp5 juta. Namun pelaku minta syarat uang harus ditransfer saat itu juga. Pelaku memberikan nomor rekening korban Bank BRI dengan nomor 327601055888532.

Danan yang punya teman yang kerja di bank langsung mengecek nomor rekening tersebut. Ternyata rekening bukan atas nama AKP Imam Wahyudi, tetapi atas nama Suparmi dengan saldo Rp26.000.

“Jadi pas dia bacain rekeningnya langsung di cek juga sama temen saya yang pegawai bank. Kebetulan lagi bareng. Eh pelaku langsung kena skak terus dimatiin,” ungkapnya.

Danan berharap agar modus penipuan ini bisa menjadi perhatian masyarakat khususnya yang tinggal di desa. Pelaku sering menyasar masyarakat yang kurang paham soal teknologi. “Modus penipuan ini juga saya bagikan ke YouTube supaya banyak masyarakat yang tahu,” katanya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.