Prediksi Sri Mulyani: Defisit APBN Kembali ke 3 Persen pada 2023

LIMAPAGI – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan kebijakan fiskal 2022 masih tetap ekspansif namun terarah dan terukur. Untuk itu, penting menjaga pengelolaan fiskal yang sehat, berdaya tahan terhadap risiko, dan berkelanjutan.

“Pemerintah akan tetap konsisten menjaga keseimbangan antara kemampuan belanja yang countercyclical dengan risiko fiskal yang harus tetap dijaga,” ujar Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senin, 31 Mei 2021.

Sejalan dengan hal tersebut, lanjut Sri Mulyani, pemerintah akan melakukan konsolidasi fiskal secara bertahap dan menjaga defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Defisit akan kembali ke maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) di tahun 2023,” katanya.

Sri Mulyani mengungkapkan, utang akan tetap dikelola secara prudent dan sustainable.

“Utang digunakan sebagai salah satu instrumen penting dalam kebijakan fiskal yang countercyclical,” ujarnya.

Menurut dia, mitigasi risiko dilakukan dengan menjaga rasio utang dalam batas terkendali, serta melakukan pendalaman pasar agar cost of fund lebih efisien dan kompetitif.

Pemerintah juga terus mendorong pembiayaan inovatif dengan pengembangan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang lebih masif, penguatan peran Sovereign wealth fund (SWF) dan Special Mission Vehicle (SMV), serta mendorong efektivitas peran BUMN.

“Sebagai agen pembangunan untuk ikut berperan aktif dalam mengakselerasi pencapaian target pembangunan,” ucapnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.