N'Golo Kante Meredefinisikan Peran Claude Makelele

LIMAPAGI – Persamaan antara N’Golo Kante dengan Claude Makelele sering terdengar selama beberapa tahun terakhir. Namun, rasanya tidak pantas menyebut Kante adalah Makelele baru.

Sejumlah persamaan antara kedua gelandang sempat memunculkan cocoklogi. Misalnya sama-sama membela timnas Prancis dan berdarah imigran.

Selain itu keduanya terkenal beroperasi di lini tengah dan bagai tidak mengenal lelah. Bermain di Chelsea membuat cocoklogi semakin meruncing.

Media-media di Inggris menganggap Kante adalah reinkarnasi Makelele. Mereka menilainya sebagai sosok sempurna untuk mengemban Makelele role.

Akan tetapi, rasanya persamaan tersebut cukup malas. Lantas, apa sih yang sebenarnya disebut dengan Makelele role? Apa yang membedakan Kante dari peran tersebut?

Pertama, mari pahami terlebih dulu apa saja peran dari Makelele. Pemain yang mengemban peran tersebut, biasanya berposisi sebagai jangkar di lini tengah.

Dalam kasus Makelele, dia menjadi andalan saat Chelsea berada di bawah asuhan Jose Mourinho. Ketika itu The Special One gemar menggunakan formasi 4-3-3.

Saat itu Makelele berada di depan empat bek Chelsea dan bertugas mengadang serangan lawan. Bahkan sang pemain memiliki deskripsi sendiri soal perannya.

“Tugas saya adalah berdiri di depan barisan lini belakang dan tidak banyak bergerak,” ujar Makelele dalam sebuah wawancara dengan UEFA tv.

Dalam menjalankan tugasnya, Makelele sangat berhasil. Hal yang sama justru membuatnya terdepak dari Real Madrid sebelum berlabuh ke Chelsea.

(Media Chelsea). Legenda Chelsea Claude Makelele.

Peran N’Golo Kante

N'Golo Kante
(Twitter/@ChelseaFC). Kante memenangi pemain terbaik final.

Dari wawancara Makelele di atas, jelas sudah persamaan Kante dengan seniornya mengada-ada. Bagaimana tidak, kekuatan utama Kante adalah mobilitasnya di lapangan.

Contohnya saat masih membela Leicester City. Saat itu, Kante mengemban peran sebagai box to box midfielder di skema dua jangkar.

Di bawah asuhan Claudio Ranieri, Kante berpasangan dengan Danny Drinkwater atau Andy King. Kemampuannya mengejar bola menjadikan Kante unik.

Gelandang berusia 25 tahun tersebut punya kemampuan menyerang dan bertahan sama baiknya. Kemampuan yang sama membuat Chelsea merekrutnya pada musim setelah memenangi Premier League bersama The Foxes.

Di Chelsea, Kante sempat beberapa kali mengalami pergantian pelatih. Mulai dari Antonio Conte, Maurizio Sarri, Frank Lampard, dan terbaru Thomas Tuchel.

Dari sekian banyak pelatih, tidak semua memahami kemampuan terbaik Kante. Bahkan dia sempat beberapa kali tersingkir dari lini tengah The Blues.

Era Lampard dan kemudian Tuchel menjadi titik balik Kante. Kedua pelatih itu bisa mengeluarkan kemampuan gelandang berdarah Mali tersebut.

Puncaknya adalah di Liga Champions 2020-2021 di bawah asuhan Tuchel. Kante bersinar sampai membantu The Blues memenangi gelar Liga Champions keduanya.

Kante Role, Evolusi dari Makelele Role

(Twitter/@ChelseaFC). Kante tampil impresif saat Chelsea memenangi Liga Champions musim ini.

Penulis sendiri merasa peran Kante adalah evolusi dari peran Makelele. Apabila sebelumnya gelandang jangkar hanya bertugas di lini belakang, kini Kante membuatnya menjadi bertugas menyerang dan bertahan.

Legenda Manchester United Rio Ferdinand pernah mengatakan, “punya N’Golo Kante bagai memiliki tambahan pemain di lini tengah.”

Tidak banyak gelandang yang memiliki mobilitas seperti Kante, tetapi punya kemampuan menyerang dan bertahan sama baiknya.

Kemampuan merebut bola dan menginisiasi serangan Kante merupakan salah satu yang terbaik saat ini. Gaya bermainnya cocok dengan cara bermain Chelsea yang kerap melakukan serangan balik.

Apabila Claude Makelele meredefinisi peran gelandang jangkar sehingga menjadi akar dari munculnya nama ‘Makelele role‘, seharusnya N’Golo Kante memunculkan tren baru, ‘Kante role.’

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.