Covid-19 Kudus Tembus 1.000, Pasien Dikirim ke Daerah Lain

LIMAPAGI – Covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tembus 1.000 kasus.  Membeludaknya pasien Covid-19 membuat Pemkab Kudus mengirim mereka ke daerah lain sekitarnya.

Kasus Covid-19 di Kudus terus meningkat hingga lebih dari 1.000 kasus. Data terakhir Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menyebutkan kasus covid di Kota Kretek mencapai 1.198.

Data tersebut merupakan data pasien yang saat ini positif covid, baik yang dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri, hingga Minggu sore, 30 Mei 2021.

Sedangkan untuk data secara keseluruhan, kasus covid di Kudus sudah mencapai 7.458 kasus. Rinciannya, data covid terkini, yakni sebanyak 276 pasien dirawat di rumah sakit dan 922 pasien menjalani isolasi mandiri, ditambah 616 pasien meninggal dunia dan 5.644 pasien dinyatakan sembuh.

Membeludaknya pasien Covid-19 di Kudus membuat rumah sakit kewalahan. Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus pun mulai merujuk sejumlah pasien ke rumah sakit di sekitar Kudus. Seperti RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, RSUP dr Kariyadi Semarang, RS Ken Saras Kabupaten Semarang dan RS Paru Ario Wirawan Salatiga.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr Andini Aridewi mengatakan perujukan pasien covid Kudus ke fasilitas kesehatan daerah lain sudah dilakukan pihaknya sejak beberapa pekan terakhir.

Hanya saja, kini intensitasnya lebih tinggi. Terlebih Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah telah memberikan dispensasi percepatan dan kemudahan rujukan bagi pasien covid dari Kudus.

Di mana pasien covid Kudus bisa dengan mudah dirujuk ke rumah sakit daerah lain tanpa melalui sistem bertele-tele. Cukup dengan koordinasi antarrumah sakit.

“Cukup dengan koordinasi antarrumah sakit langsung bisa dirujuk. Sehingga proses rujukannya bisa lebih cepat,” katanya pada awak media, Senin, 31 Mei 2021.

Andini menambahkan rumah sakit rujukan Covid-19 di Kudus saat ini sudah penuh. Mulai dari yang terisi 90 persen hingga yang benar-benar penuh.

Untuk itu, pasien covid tanpa gelaja dialihkan menjalani isolasi di sejumlah rumah sakit cadangan maupun tempat isolasi lain. Di antaranya, Rusunawa Bakalan Krapyak dan Asrama Akbid Kabupaten Kudus.

“Kami maksimalkan perawatan dan pemantauan pasien-pasien yang isolasi mandiri di dua tempat tersebut,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengerahkan tenaga kesehatan di puskesmas-puskesmas untuk menangani pasien di Rusunawa Bakalan Krapyak dan Asrama Akbid Kudus.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.