Cerita Sukses Berhenti Merokok demi Alasan Kesehatan

LIMAPAGI – Proses untuk berhenti merokok bukan perkara yang mudah bahkan bisa bertahun-tahun. Bahkan ada keadaan yang memaksa untuk berhenti dan tak ada pilihan lain.

Seperti halnya Binsar Marulitua, (34) seorang jurnalis asal Jakarta. Di momen Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini ia berbagi cerita atau pengalamannya kepada Limapagi ketika mulai berhenti merokok sejak 2 tahun lalu. Sebelumnya ia mulai merokok sejak usia 14 tahun.

“Berhenti merokok yang pasti sudah hampir 2 tahun dari sekarang, termasuk minum kopi dan keduanya itu nggak bisa dipisah,” katanya, kepada Limapagi.com, Senin, 31 Mei 2021.

Alasan Berhenti Merokok 

Binsar mengatakan ada alasan tertentu mengapa ia memutuskan untuk berhenti merokok. Yakni masalah kesehatan yang diderita.

Pria yang suka berpetualang ini mengatakan sejak 2015 sudah ada gejala gangguan darah (blood disorder). Pada saat kondisi tersebut, dokter memvonisnya mengalami gejala hipertensi.

“Waktu tahun itu masih ngurangin aja dan sebenarnya sudah bolak-balik masuk rumah sakit. Paling kalau kambuh minum obat kurangin rokok dan minum kopi, berjalan terus ritme seperti itu,” tambahnya.

Namun demikian, ia mengatakan masih suka bandel dan acuh walaupun dosis obat yang diberikan dokter terus naik. Sampai akhirnya pada 2019 Binsar mengatakan tubuhnya seperti sudah menolak, dan harus pergi ke rumah sakit.

“Indikasinya sakit gerd, lambung akut tensi darah nggak terkontrol, kolesterol naik, asam urat dan paling penting ada faktor sekunder,” tambahnya.

Pola hidup semenjak menjadi wartawan menurutnya menjadi pemantik. Seperti stres, pola kerja tak beraturan, hingga mendapatkan penjelasan ilmiah dari terapis. Bahkan, di tahun yang sama ia pernah berada di dalam kondisi yang tak sadar karena masih mencoba bandel.

“Waktu didetik terakhir terjadi pengentalan darah sampai dokter harus sayat lengan kiri untuk buang darah hampir dua liter, dan koma kurang lebih 4 hari sampai difase kristis,” paparnya.

Pada akhirnya ia berhasil melewati masa tersebut, dan dokter menyarankan untuk mengubah pola hidup, walaupun tak bisa normal ia menilai minimal harus tetap dijaga.

“Akhirnya berhenti merokok dan kopi agar tidak terulang lagi, karena secanggih apapun tetapi dan obat tak ada yang bisa sembuhin,” ucapnya.

Motivasi ingin terbebas dari kebiasaan merokok 

Binsar mengatakan ada motivasi tersendiri memutuskan untuk berhenti merokok. Sebab, ia senang berpetualang dan masih ingin melihat keindahan dunia dan Indonesia.

Binsar Marulitua berhenti merokok
(Dok. pribadi) Cerita Binsar Berhenti Merokok

“Dulu seneng jalan-jalan dan masih ingin naik gunung walaupun colong-colongan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menilai ia berhenti merokok bukan karena lingkungan sekitar, dan tak mungkin membatasi teman atau menjaga jarak yang masih menjadi perokok aktif.

“Akhirnya, kalau dibilang komitmen pribadi sendiri, walaupun akhirnya milih sedikit menjauh dan mau nggak mau jadi memberikan waktu dan ruang untuk sendiri. Intinya kurangin saja hal-hal udah lama yang menjadi kebiasaan,” tutupnya.

Sebelumnya, ia merupakan perokok aktif yang bisa menghabiskan 2 bungkus dalam satu hari.

Afrizal Abdul
Afrizal Abdul

Reporter who focuses on lifestyle, is more in-depth about health, travel and parenting.

Education: State Polytechnic of Creative Media Jakarta, Diploma in Communication Studies.

First plunged into the media industry focused on lifestyle for two years, and has a strong network of relationships. Either with doctors, psychologists or influencers.

He has experience as an intern at DepokPos, by writing on various issues, from travel, culinary to sports. Furthermore, working experience at Akurat.co as a lifestyle reporter.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.