Progres Tender Proyek Lamban, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sulsel Salahkan OPD

LIMAPAGI – Pengadaan paket tender proyek barang dan jasa di wilayah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berjalan sangat lambat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sulawesi Selatan , Andi Bakti Haruni mengaku proses tender pengadaan barang dan jasa tiap pekannya, hanya sekitar 1,6 persen progresnya atau sekitar 11 atau 12 paket tender.

Dirinya menyebutkan, pada tahun ini ada 523 paket yang diprogramkan. Hanya saja yang selesai tender baru 86 atau 87 paket.

“Kesalahannya bukan di pengadaan barang dan jasa (PBJ) nya, melainkan masing-masing OPD yang lambat memasukkan usulan paket tender,” katanya kepada Limapagi.com, di Makassar, Sulsel, Senin, 31 Mei, 2021.

Lanjutnya, jika dari lebih 523 paket proyek yang diadakan tahun ini kemudian baru 80 lebih sudah ditender, artinya baru atau sekitar 15 persen kurang lebih yang telah direalisasi.

Andi Bakti mengaku, dari sejumlah OPD yang mengusulkan pengadaan barang dan jasa, dua diantaranya yang paling diwarning. Masing-masing Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) dan Dinas Pendidikan. Dimana dari 11 paket di Dinas PUTR sekitar 70 paket belum masuk usulannya ke PBJ.

“Disdik dari 233 paket baru 2 yang sudah masuk ke kami, satu selesai tender satu proses, lamban memang dari OPD. Artinya apa yang mau kita tenderkan kalau memang tidak ada (usulan),” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel Hery Sumiharto mengatakan, lelang proyek milik Dinas Pendidikan tidak lamban. Dalam proses pengajuan tender telah dilakukan dengan mengikuti mekanisme lelang. Apalagi, juknisnya baru diterima pada Maret lalu. Meski begitu, diakuinya baru dua proyek yang telah dilelang.

“Kan perencanaan berjenjang, setelah itu baru masuk tender fisik. Kemudian pelaksanaan banyak kegiatan yang direfocusing, yang pasti kita tetap mengajukan secepatnya. Apalagi sudah ada warning dari bpj,” ungkapnya.

Untuk pengadaan peralatan, diharapkan tidak ditender tapi melalui e-katalog. Hanya saja jika e-katalog hingga akhir Mei tidak terbuka, maka akan diajukan tender pengadaan peralatan untuk SMK dan SMA.

Anggaran di Dinas Pendidikan memang besar, namun porsinya lebih banyak ke Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dari Rp600 miliar, Rp300 miliar diantaranya telah dikirim ke rekening sekolah. Sementara untuk Dana Anggaran Khusus (DAK) fisik bidang pendidikan mencapai Rp173 miliar.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.