Ribuan Vaksin AstraZeneca Terancam Kedaluwarsa Bakal Disuntikkan ke TNI Polri di Sulsel

LIMAPAGI – Ribuan Vaksin AstraZeneca di Sulawesi Selatan (Sulsel), yang dikabarkan bakal kedaluwarsa atau tidak layak pakai dalam waktu dekat, akan diberikan kepada personel TNI-Polri. Dinas Kesehatan Sulsel, sementara membahas jadwal penyuntikan.

Kadis Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr Muhammad Ichsan Mustari mengatakan, pihaknya telah menerima pemberitahuan dari BPOM terkait masa pemakaian vaksin AstraZeneca. Olehnya itu, pihaknya akan segera mempergunakan vaksin tersebut kepada personel TNI di Kodam Hasanuddin dan Polri di jajaran Polda Sulawesi Selatan.

“Jadi AstraZeneca itu dengan adanya surat dari Badan POM pusat terkait dengan izin penggunaan Vaksin AstraZeneca, kami telah berkoordinasi dengan Kabid Dokkes (Polda Sulsel) dan Kakesdam (Kodam XIV Hasanuddin) untuk pelaksanaan penggunaan Vaksin AstraZeneca bagi kalangan personel TNI dan Polri,” kata dr Ichsan kepada wartawan, Senin 31 Mei 2021.

Vaksin AstraZeneca yang hampir berakhir masa pemakaiannya atau kadaluwarsa itu, mencapai ribuan. Vaksin tersebut saat ini, sementara ditempatkan di gudang penyimpanan vaksin milik Pemprov Sulsel.

“Jumlah Vaksin AstraZeneca yang ada di gudang saat ini ada 3.210, untuk TNI 1.210 dan untuk Polda 2.000,” tambahnya.

Untuk memaksimalkan penggunaan vaksin tersebut, sehingga pemerintah akan segera melakukan penyuntikan kepada TNI Polri. Namun, untuk saat ini pemerintah sementara akan membahas jadwal dengan TNI-Polri terkait jadwal vaksinasi tersebut.

“Sementara lagi membahas (jadwalnya), dalam waktu dekat tentunya karena kita berharap dilakukan vaksinasi dengan cepat,” tambahnya.

“Teknisnya kita akan serahkan ke tempat-tempat dimana akan dilaksanakan vaksinasi, termasuk fasilitas kesehatan (milik Polda Sulsel dan Kodam XIV Hasanuddin). Tentu teman-teman dari TNI-Polri yang mengatur dimana tempatnya dan siapa yang akan divaksin,” sambungnya.

Menurut dr.Ichsan, vaksinasi di Sulawesi Selatan terbilang tinggi. Masyarakat tidak terlalu terpengaruh dengan isu liar terkait bahaya vaksin. Berdasarkan catatan, lanjut dr.Ichsan, vaksinasi di Sulawesi Selatan ini, sudah mencapai angka 61,30 persen, dari sasaran 158.960 guru. Sedangkan, untuk vaksin guru sudah mencapai 98.376.

“Sulawesi Selatan ini permintaan untuk vaksin itu cukup tinggi, karena kita punya keterbatasan (jumlah) vaksin dan petunjuk pusat penggunaan vaksin kepada kalangan tertentu dulu,” dr.Ichsan memungkasi.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.