Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyerangan Koramil Garut, Terancam 5 Tahun Bui

LIMAPAGI – Dua pria asal Pamengpeuk, Garut Selatan, Dadang Buaya (49) dan Henriawan (32) ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Garut. Dia ditangkap lantaran mencoba melakukan penyerangan ke Markas Koramil 1119 Pamengpeuk, Garut.

Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono menjelaskan, penangkapan keduanya berawal ketika pihaknya mendapat laporan terkait keributan di depan Markas Koramil 1119 Pamengpeuk. Kemudian, polisi pun bergegas mendatangi lokasi kejadian.

Sesampainya di lokasi kejadian, polisi mendapati Dadang dan 15 anak buahnya berusaha melakukan penyerangan ke Markas Koramil. Diduga, Dadang sedang mencari salah seorang warga yang dikejarnya dan melarikan diri ke Koramil 1119.

“Kita menerima laporan ada keributan seseorang mengejar warga yang menyelamatkan diri masuk kedalam kantor Koramil 1119,” kata Benny dalam keterangan pers yang diterima Limapagi.com, Senin, 31 Mei 2021.

Benny menuturkan, beruntung anggota TNI yang ada di Markas Koramil 1119 berhasil menangkap Dadang Buaya terlebih dahulu. Sebab, saat itu Dadang membawa senjata tajam, yakni samurai.

“Pelaku Dadang Buaya kemudian membuka pintu bagasi kendaraanya dan mengeluarkan samurai,” ujarnya.

Saat diamankan, Dadang yang dalam pengaruh minuman beralkohol tetap bersikukuh hendak melakukan penyerangan. Bahkan, Dadang sempat mengancam petugas TNI dan Polri dengan samurai yang dia pegang.

“Pelaku Dadang mengancam petugas dari TNI-Polri dengan cara mengacungkan senjata tajam dan akan melakukan pembacokan kepada petugas,” ujar Benny.

Dalam kasus ini, Dadang Buaya dijerat dengan pasal 2 ayat Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951.

“Ancaman pidananya di atas lima tahun,” tuturnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.