Akibat Serangan Udara 3000 Warga Myanmar ‘Lari’ ke Thailand

LIMAPAGI – Serangan udara yang terjadi di Myanmar menyebabkan lebih dari 3.000 orang melarikan diri ke Thailand. Pasukan militer menyerang lewat udara pada Minggu, 28 Maret 2021.

Ribuan orang tersebut meninggalkan rumah yang ada di negara bagian Karen, sebelah tenggara Myanmar pada Minggu. Mereka pergi setelah jet militer Myanmar melakukan serangan bom di desa-desa yang dikendalikan oleh kelompok etnis bersenjata.

Dengan pindahnya warga Myanmar ke negara tetangga seperti Thailand ini, menandai fase baru dalam krisis yang semakin mendalam bagi Myanmar.

Serangan udara tersebut menyusul tindakan keras militer berdarah selama akhir pekan yang secara luas dikecam oleh internasional. Setidaknya ada 114 orang dilaporkan dibunuh oleh pasukan militer Myanmar pada Sabtu lalu.

Pasukan militer telah menewaskan sedikitnya 510 orang sejak kudeta militer Myanmar berlangsung. Bahkan, ada 14 orang ditembak mati pada Senin lalu, korbannya termasuk anak-anak dan remaja, kata Assistance Association for Political Prisoners (AAPP), dilansir dari CNN, Rabu, 31 Maret 2021.

“Penduduk desa termasuk anak-anak di bawah umur tewas akibat serangan udara. Banyak yang terluka,” isi pernyataan Karen National Union (KNU).

Sementara itu, menurut sebuah kelompok aktivis Pusat Informasi Karen, mengatakan 2.009 orang sekarang mengungsi dan bersembunyi di hutan. Warga tersebut dipaksa kembali ke Myanmar tak lama setelah melintasi perbatasan Thailand.

Annisa Aprilia
Annisa Aprilia

Annisa is an asistant editor for Intermezzo. She has been working in media industry for years.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.