Anak-Anak Jadi Korban Serangan Udara Militer Myanmar

LIMAPAGI – Anak-anak jadi korban yang tewas dan terluka dalam serangan udara oleh militer Myanmar. Daerah tersebut diserang ketika pasukan kudeta meningkatkan serangan mereka.

Militer Myanmar yang merebut kekuasaan dalam kudeta 1 Februari, telah melakukan serangan udara di bagian tenggara negara bagian Karen. Serangan sudah dilakukan sejak Sabtu malam hingga membuat ribuan penduduk mengungsi ke hutan.

Banyak desa yang dikendalikan oleh Karen National Union (KNU) sebuah kelompok etnis bersenjata yang menguasai sebagian besar wilayah di perbatasan, jadi sasaran.

Kembali pada korban anak-anak yang meninggal dunia, dua di antaranya seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang tewas dalam pemboman pada Minggu. Selanjutnya juga ada seorang gadis berusia 12 tahun, muka anak tersebut terkena pecahan bom, menurut Free Burma Rangers (FBR).

Serangan udara diluncurkan pada Senin, menghancurkan sebuah sekolah menengah di Dwe Lo Township. Beruntung tidak ada korban yang dilaporkan, karena para siswa bersembunyi.

Lebih lanjut, pada Selasa, terdapat enam orang tewas, sementara 11 orang lainnya luka-luka akibat serangan udara di dekat kota Hsaw Hti.

“Penduduk desa, termasuk anak-anak di bawah umur, tewas akibat serangan udara. Banyak yang terluka,” isi pernyataan KNU yang mengutuk pengeboman oleh militer Myanmar, dikutip dari CNN, Rabu, 31 Maret 2021.

Sejak kudeta militer Myanmar terjadi sudah banyak korban berjatuhan. Pasukan militer dinilai melakukan kekerasan pada warga dan demonstran yang melakukan aksi.

Annisa Aprilia
Annisa Aprilia

Annisa is an asistant editor for Intermezzo. She has been working in media industry for years.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.