Red Bull Membantah Masuk Jebakan Tikus Mercedes

LIMAPAGI – Tim Formula 1 (F1) Red Bull menepis anggapan bahwa mereka kalah pada sesi pembuka musim 2021 di Bahrain karena strategi Mercedes.

Mercedes mengisi bahan bakar mobil Lewis Hamilton pada lap ke-29. Saat itu juga Red Bull sebetulnya mendapatkan momen untuk mengalahkan Mercedes.

Max Verstappen bisa saja mengganti ban untuk menambah daya cengkeram. Jika strategi tersebut dilakukan, Mercedes tentu kewalahan.

Soalnya, ban mobil Hamilton sudah menipis. Sementara Verstappen dengan ban baru dan mobil yang lebih cepat akan sangat mumpuni untuk menyudahi perlawanan pebalap Mercedes itu.

Namun, Red Bull tidak mengambil skenario itu. Menariknya, mereka menolak bahwa kekalahan didasari kesalahan pengambilan keputusan.

“Tidak, saya tidak akan mengatakan kami terkejut. Mobil kami mampu melaju lebih cepat saat balapan.”

“Kekecewaan di dalam garasi terlihat jelas. Kami kecewa karena hanya menempati posisi kedua,” kata Paul Monaghan, Chief Engineer Red Bull.

Monaghan menegaskan sudah belajar dari kekalahan dari Mercedes. Ia yakin Red Bull bisa menang pada seri kedua F1.

Alasannya jelas, mobil balap milik Verstappen punya performa lebih cepat daripada kepunyaan Hamilton.

“Kami memiliki mobil cepat dan sepasang pebalap dengan motivasi tinggi. Tentunya, kami mendapatkan kesempatan lain di Sirkuit Imola,” ujar Monaghan di Crash.

Red Bull sudah melupakan kekalahan dari Mercedes. Mereka ingin tampil habis-habisan untuk bersaing.

Hamilton berhasil keluar menjadi juara pada balapan seri pertama, Minggu, 28 Maret 2021. Sedangkan Verstappen sempat di posisi terdepan hanya 11 lap.

Setelah itu, Hamilton menguasai. Verstappen pun gagal mencoba kembali merebut posisi pertama karena dia melanggar peraturan limit trek.

 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.