Harapan Red Bull dan Mercedes soal Regulasi Limit Trek

LIMAPAGI – Lewis Hamilton memenangi Formula 1 (F1) seri pertama, GP Bahrain, pada Minggu, 28 Maret 2021.

Ia berhasil mengalahkan Max Verstappen setelah melalui persaingan sengit. Namun, kontroversi muncul setelah balapan.

Verstappen harus merelakan posisi pertama kepada Hamilton setelah mendapatkan peringatan dari Direktur Balap F1 melalui radio komunikasi.

Pembalap Belgia itu dianggap mendapatkan keuntungan dengan melewati batas lintasan saat berusaha menyalip Hamilton.

Red Bull lantas melayangkan protes. Christian Horner, Team Principal Red Bull Racing, mengatakan bahwa F1 harus mampu menjelaskan peraturan yang abu-abu itu.

Soalnya, Hamilton ternyata melakukan pelanggaran serupa. Pebalap asal Inggris Raya itu juga mendapatkan peringatan.

Masalahnya, Hamilton yang melewati limit trek Tikungan 4 beberapa kali bisa lolos dari penalti.

“Kami ingin situasi yang konsisten. Anda tidak bisa mengatakan bahwa boleh menyalip di sana (di luar limit lintasan), tapi di sisi lain tak apa-apa melewati batas lintasan.”

“Harus hitam atau putih, tidak boleh abu-abu,” ujar Horner kepada The Guardian.

Mendengar komentar Red Bull, Mercedes ternyata sepakat. Toto Wolf, Presiden Tim Mercedes, setuju dengan pendapat Horner yang ingin penjelasan dari F1.

Awalnya, Wolf bersikeras pada awal balapan bahwa keluar dari trek pada Tikungan 4 tidak akan kena sanksi.

Namun, dia menyayangkan bahwa dalam penerapannya berebeda. Panitia memberikan penalti saat pebalap melewati batas lintasan karena dianggap mencuri keuntungan.

“Pelajaran itu harus sederhana. Jadi, semua orang bisa memahaminya dan tidak perlu membawa buku peraturan ke dalam mobil mereka,” tutur Wolf.

Lucunya, Michael Masi, Direktur Balap F1, sempat mengklaim tidak ada aturan yang berubah. Regulasi Tikungan 4 menyebut pebalap tidak akan terpantau, tapi tak boleh menyalip dengan melewati batas lintasan di sana.

Setelah mengkaji kontroversi yang muncul, Masi akhirnya sadar bahwa peraturan tersebut multitafsir. Ujungnya, banyak pebalap salah mengartikan.

 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.