Mengapa Bongkar Gedung Kejaksaan Agung Butuh Restu Sri Mulyani?

LIMAPAGI – Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pembongkaran terhadap gedung utamanya yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam proses pelaksanaanya Kejagung harus mendapatkan ‘restu’ dari Menteri Keuangan Sri Mulyani terlebih dahulu.

Izin dari Menkeu harus dikantongi Kejagung karena gedung utama tersebut terdata pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan. Hal yang berkaitan penghapusan, penjualan, atau bongkaran bangunan tersebut memerlukan izin Menkeu.

“Secara administrasi negara sebagai Barang Milik Negara (BMN) yang terdata pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI. Pembongkaran gedung utama Kejaksaan Agung telah mendapat persetujuan Menteri Keuangan RI,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui keterangan tertulisnya, Rabu 31 Maret 2021.

Proses pembongkaran gedung utama Kejagung saat ini masuk dalam tahap studi. Leonard menerangkan, tim analisis nilai bangunan telah bergerak melakukan kajian terhadap gedung utama Kejagung.

Setelah analisis dilakukan oleh tim yang berasal dari Direktorat Bina Penataan Bangunan pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hasilnya gedung utama Kejagung yang sempat terbakar tidak dapat direnovasi.

“Bangunan tidak memungkinkan untuk dipergunakan kembali maka bangunan gedung harus dibongkar,” ujar Leonard.

Leonard memastikan pembongkaran gedung utama Kejagung tidak akan mengganggu aktivitas dari para pegawai dalam melaksanakan tugas serta fungsinya sebagai pengendali kebijakan penegakan hukum lingkup kejaksaan

“Pembongkaran bangunan gedung utama Kejaksaan Agung harus dilaksanakan dengan memperhatikan Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) serta tidak mengganggu tugas operasional kantor Kejaksaan Agung,” tutur Leonard.

Gedung utama Kejaksaan Agung dilahap si jago merah pada Sabtu 22 Agustus 2020. Kebakaran tersebut membuat lantai 3, 4, 5, serta 6 tak tersisa hangus terbakar.

Api diduga muncul dari lima orang tukang yang merokok di ruang rapat Biro Kepegawaian di lantai 6. Ketika itu, para tukang sedang melakukan renovasi sembari merokok di ruangan yang terdapat sejumlah barang mudah terbakar seperti kertas, karpet dan tiner.

Nanda Febrianto
Nanda Febrianto

Nanda Febrianto is editor news for Limapagi.id. Nanda joined Limapagi in 2021 after spending more than years at offline-online media as a reporter and editor.

Education: Bachelor degree Faculty of Social and Political University of Pembangunan Nasional Yogyakarta.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.