Rumput Fatimah Sebabkan Janin Meninggal? Ini Kata Ahli

LIMAPAGI– Rumput fatimah kini sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ada video pendek beredar soal kabar menyedihkan terkait meninggalnya janin yang diduga disebabkan konsumsi tanaman herbal rumput fatimah.

Dari pantauan Limapagi di laman Instagram Lambeturah, video tersebut memperlihatkan alat detak jantung bayi dan kutipan ‘detak jantung negatif dan ibu mengalami syok akibat pendarahan’.

Dalam video yang berdurasi 23 detik ini memperlihatkan sang ibu yang telah di rawat di suatu ruangan selama 7 hari.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. dr. (Cand) Inggrid Tania, M.Si, mengatakan rumput fatimah memang dari zaman dahulu sudah dipakai masyarakat Melayu untuk menginduksi persalinan atau memperkuat kekuatan ibu saat bersalin.

“Biasanya, dikonsumsi 1-2 bulan sebelum melahirkan. Rumput fatimah juga diduga memiliki efek seperti hormon oksitosin, dan hormon itu untuk persalinan diproduksi oleh tubuh untuk menyebabkan kontraksi,” katanya saat dihubungi eksklusif Limapagi, Rabu, 31 Maret 2021.

Lebih lanjut, dokter Inggrid menanggapi peristiwa meninggalnya bayi diakibatkan rumput fatimah. Menurutnya, untuk keamanan belum bisa dipastikan karena baru ada penelitian pada tikus, dan belum dilakukan pada manusia.

“Sehingga belum bisa menentukan dosisnya aman atau tidak untuk dikonsumsi, kalau salah dan berlebihan itu kan bahaya,” tambahnya.

Menurut dokter Inggrid, pendarahan yang terjadi pada ibu hamil yang mengonsumsi rumput fatimah juga bisa disebabkan karena dosisnya yang berlebihan.

“Kalau tidak tahu dosisnya bisa menyebabkan rahim pecah karena setiap wanita memiliki rahim yang berbeda, ada yang kuat ada yang tidak, dan ketika tidak kuat pasti akan mengalami pendarahan, sehingga janin bisa meninggal,” paparnya.

Untuk itu, dokter Inggrid menyarankan bagi ibu hamil untuk tidak mengonsumsi rumput fatimah berlebihan, karena belum ada penelitian lebih lanjut terkait manfaat yang akan di dapat.

“Kita juga nggak tahu kalau cara pembuatannya seperti apa, kalau direndam lama takutnya semakin beracun, sehingga tidak disarankan untuk mengonsumsi, pada intinya untuk kehati-hatian lebih baik hindari,” tutupnya.

Afrizal Abdul
Afrizal Abdul

Reporter who focuses on lifestyle, is more in-depth about health, travel and parenting.

Education: State Polytechnic of Creative Media Jakarta, Diploma in Communication Studies.

First plunged into the media industry focused on lifestyle for two years, and has a strong network of relationships. Either with doctors, psychologists or influencers.

He has experience as an intern at DepokPos, by writing on various issues, from travel, culinary to sports. Furthermore, working experience at Akurat.co as a lifestyle reporter.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.