Faktor Genetik Bisa Jadi Penyebab Eating Disorder

LIMAPAGI – Eating disorder atau gangguan makan merupakan serangkaian kondisi psikologis yang tak boleh disepelekan, karena dapat menyebabkan berkembangnya kebiasaan makan tidak sehat.

Tentunya dengan mengonsumsi makanan tidak sehat tak baik untuk kesehatan tubuh, dan dapat menyebabkan berbagai penyakit yang tak diinginkan.

Eating disorder sering dikaitkan dengan seseorang yang terobsesi pada makanan, berat badan hingga bentuk tubuh yang diinginkan. Seperti dirangkum Limapagi dari laman Healthline.

Dalam kasus yang parah gangguan makanan dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan yang lebih serius, bahkan dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.

Gangguan ini tak dapat terjangkit oleh semua orang dan tak pandang jenis kelamin. Tetapi, eating disorder kerap dilaporkan terjadi pada remaja dan wanita muda. Faktanya, hingga 13 remaja mengalami setidaknya satu gangguan makan pada usia 20 tahun.

Bagi seseorang yang mengalami eating disorder akan ada berbagai gejala yang terjadi. Umumnya seperti makan yang berlebihan tak terkontrol, hingga perilaku buang air kecil yang berlebihan.

Para ahli percaya bahwa eating disorder dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya genetik. Terdapat sebuah studi yang melibatkan anak kembar yang dipisahkan saat baru lahir, lalu diadopsi oleh keluarga yang berbeda.

Dalam hasil penelitiannya menemukan bukti kuat bahwa eating disorder dari orang tua turun ke anaknya. Salah satu anak memiliki potensi eating disorder sekira 50 persen, sementara satunya lagi tidak.

Tak hanya itu, kepribadian juga bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya. Seperti neurotisme, perfeksionisme, dan impulsif. Ketiga ciri kepribadian tersebut sering dikaitkan dengan risiko lebih tinggi mengembangkan eating disorder.

Baru-baru ini, para ahli telah menemukan bahwa perbedaan dalam struktur otak dan biologis seperti hormon serotonin dan dopamin seseorang juga berperan dalam memicu risiko eating disorder.***

 

Afrizal Abdul
Afrizal Abdul

Reporter who focuses on lifestyle, is more in-depth about health, travel and parenting.

Education: State Polytechnic of Creative Media Jakarta, Diploma in Communication Studies.

First plunged into the media industry focused on lifestyle for two years, and has a strong network of relationships. Either with doctors, psychologists or influencers.

He has experience as an intern at DepokPos, by writing on various issues, from travel, culinary to sports. Furthermore, working experience at Akurat.co as a lifestyle reporter.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.