Kemenpora Tunda Pemberian Izin Kejuaraan Tinju WBC

LIMAPAGI – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menunda pemberian rekomedasi untuk kejuaraan tinju World Boxing Council (WBC) Internasional.

Keputusan itu lahir setelah rapat koordinasi yang berlangsung pada Selasa, 30 Maret 2021, di Auditorium Wisma Menpora.

Gatot S. Dewa Broto, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), menjadi pemimpin rapat.

Turut hadir Asosiasi Tinju Indonesia (ATI), Rafiq Radinal, Komite Eksekutif NOC, Lilik Kurniawan, BNPB (Satgas Covid-19), dan Kabadan Intelkam Polri.

Kemenpora punya beberapa alasan dalam penundaan pemberian rekomendasi. Makanya, perlu pengkajian lanjutan sebelum memberikan izin.

“Pertemuan mengkaji soal tinju ini baru pertama kali. Kami terpaksa menunda pemberian rekomendasi,” kata Gatot.

Salah satu yang menjadi sorotan ialah proposal mengenai protokol kesehatan. Gatot menegaskan seharusnya promotor tinju juga membuat pengajuan yang sama seperti sepak bola, basket, dan futsal.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, tanpa mengurangi dukungan kepada olahraga tinju, saya terpaksa meminta penjadwalan ulang.”

“Pada saat pengantar, materinya terlalu umum dan paparannya kurang jelas. Lokasi penyelenggaraan seperti apa atau tes swab (protokol kesehatan) sama sekali masih kosong,” tutur Gatot.

Kemenpora akan memberi waktu sepekan untuk perbaikan. Jika sudah tuntas dan mendapat persetujuan, Kemenpora siap membantu ke imigrasi dan KBRI Manila.

“Kami kasih waktu seminggu lagi. Jika sudah, kami bertemu kembali. Tanggal pertandingan juga berubah. Awalnya 2 April menjadi 10 April 2021,” ujar Sesmenpora.

Sementara itu, Manahan Sitomurang, Ketua Umum ATI, mengatakan kajian Kemenpora meminta agar lebih berhati-hati dalam mengelola penyelenggaraan tinju.

Soalnya, nanti pergelaran itu melibatkan banyak orang dan mendatangkan orang dari luar. Kemenpora dalam hal ini akan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kluster baru.

Tak heran, Kemenpora menginginkan prosedur penerapan protokol kesehatan harus betul-betul serius.

“Jadi harus lebih hati-hati, terutama menyangkut Covid-19. Kita semua wajib bertanggung jawab. Kami setuju dengan Kemenpora untuk tetap menjalankan olahraga sekaligus menekan pandemi,” kata Manahan.

ATI dan Armin Tan selaku promotor sepakat dengan Kemenpora. Mereka mengakui kekurangan dalam penyelenggaraan tinju yang mempertemukan Tibo Monabes vs Toto Landero.

“Kami banyak sekali kurangnya. Kami kurang pengetahuan dalam penyelenggaraan pertandingan di tengah pendemi,” tutur Armin.

Timur Tibo Monabesa, petinju asal Nusa Tenggara Timur, menyandang status juara dunia versi International Boxing Organization (IBO).

Ia menjadi unggulan saat berhadapan dengan Toto Landero (Filipina). Presentase Tibo menang lebih besar.

Rencananya, pertarungan tinju WBC antara Tibo Monabesa vs Toto Landero akan dihelat di Balai Sarbini, Jakarta, pada 10 April 2021. ***

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.