Pentingnya Mencadangkan Data dalam Format Digital

LIMAPAGI – Berkembangnya teknologi membuat semua aktivitas didukung dengan sistem online (dalam jaringan/daring). Ini membuat data teks, foto, video, maupun dalam jenis lainnya juga dibuat dalam format digital.

Dibuat dalam format digital, membuat banyak data-data penting kini tak lagi bisa dipegang wujudnya. Kondisi ini tentu saja memperbesar risiko, kehilangan data akibat kesalahan teknis pada perangkat komputer yang digunakan.

Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan mode penyimpanan cadangan semua file dalam format digital. Tujuannya, memastikan data tetap tersimpan dalam kondisi baik. Sehingga, arsip bisa tetap dibuka atau diputar saat diperlukan untuk berbagai kepentingan.

Berdasarkan riset Western Digital dengan Deka pada 2019, berjudul “Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey” membuktikan, orang Indonesia masih menganggap backup data tidak penting dilakukan.

Sebanyak 67 persen orang Indonesia mengalami kehilangan data berharga dari smartphone. Tiga alasan utama yang paling seting terjadi ialah kerusakan gawai 22 persen, tidak sengaja terhapus 21 persen, dan serangan virus 18 persen.

Karena itu, berpapasan dengan World Backup Day, yang jatuh pada Rabu, 31 Maret 2021, Western Digital mengajak semua pengguna PC dan smartphone untuk melakukan backup data berharga di semua perangkat elektronik.

Berikut ini tips-tips dari Western Digital untuk mem-backup data di PC, smartphone dan tablet dengan aman dan mudah!

1. Atur Backup Data Otomatis

Kini sudah banyak solusi terhadap penyimpanan data, seperti cloud dan hard disk yang sudah memiliki fitur backup data otomatis. Pengguna hanya perlu menjadwalkan backup data otomatis, biasanya tersedia dalam setiap beberapa hari, minggu, atau sebulan sekali.

2. Buat Pengarsipan yang Rapi

Siman foto, video, dan dokumen-dokumen penting ke perangkat penyimpanan yang aman, seperti hard disk atau flash disk. Lalu arsipkan semua data ini setiap dua tahun sekali.

Jika memungkinkan, pindahkan semua arsip ke perangkan penyimpanan yang berbeda setiap 3-5 tahun sekali. Hal ini penting untuk meminimaisir risiko kerusakan perangkat elektronik sehingga cadangan data bisa selalu aman.

3. Gunakan Hardware dan Software yang ter-enkripsi

Umumnya, data paling rawan untuk hilang atau disalah gunakan ketika sedang ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Dengan menggunakan hardware dan software yang ter-endkripsi maka data akan lebih aman.

Teknologi enkripsi sangat bermanfaat untuk melindungi data sensitif.

4. Gunakan Kata Sandi

Penggunaan kara sandi berguna supaya keamanan data tetap terjaga dan terhindar dari risiko dicuri atau disalah gunakan oleh pihak lain. Bagi pengguna smartphone, Western Digital menawarkan SanDisk Ultra Dual Drive Do dan SanDisk Ultra Dual Drive Luxe.

Kedua perangkat tersebut memungkinkan pengguna memindahkan data antara PC, dengsn smartphone atau tablet dengan USB Type-C atau Type-A.

5. Ingat Aturan 3-2-1 untuk Backup Data

Pertama, pemilik data harus memiliki 3x salinan data. Kedua, simpan 2 data di lokasi yang berbeda. Terakhir, simpan 1 salinan data secara offline.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.