JTBC Angkat Suara soal Kontroversi Drama 'Snowdrop'

LIMAPAGI – Drama Korea terbaru ‘Snowdrop’ belakangan tengah menjadi pembicaraan khalayak ramai, terutama di Korea Selatan.

Drama Korea ‘Snowdrop’ menuai kontroversi lantaran mendistorsi peran gerakan pro-demokrasi di Korea Selatan. Alhasil, publik di negara itu membuat petisi untuk menghentikan film tersebut.

Melansir dari laman Soompi, pihak JTBC menanggapi kontroversi tersebut dan menjelaskan jika dalam drama ‘Snowdrop’ tidak meremehkan gerakan pro-demokrasi.

“Mengenai kontroversi bahwa drama meremehkan gerakan pro demokrasi, “Snowdrop” bukanlah drama yang berhubungan dengan gerakan pro demokrasi,” ungkap pihak JTBC dikutip Soompi, Selasa, 30 Maret 2021.

“Dalam naskah tersebut, tidak ada satu pun bagian di mana protagonis laki-laki dan perempuan berpartisipasi atau memimpin gerakan pro-demokrasi. Sebaliknya, ada karakter yang tertindas secara tidak adil karena dituduh sebagai mata-mata Korea Utara oleh rezim militer tahun 1980-an,” sambungnya.

Selain itu pihak JTBC meminta untuk tidak menyesatkan opini publik dengan membingkai informasi palsu tentang sebuah drama yang belum tayang seolah-olah fakta.

Sementara itu, drama ‘Snowdrop’ yang dibintangi oleh Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK masih dalam  melakukan proses syuting.

Drama ‘Snowdrop’ sendiri merupakan drama yang berlatar pada 1987. Dengan menampilkan sosok pria karakter utama Su Hoo (Jung Hae In), seorang mahasiswa di universitas bergengsi yang suatu hari masuk ke asrama wanita dengan berlumuran darah.

Jisoo BLACKPINK berperan sebagai Young Cho, yang merawat dan menyembunyikan Su Hoo meskipun Young Cho menghadapi banyak masalah.

Sebelumnya drama ini dijadwalkan tayang perdana pada paruh kedua tahun ini.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.