Walhi Soroti Dampak Jangka Panjang Ledakan Kilang Minyak di Balongan

LIMAPAGI – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyoroti kebakaran tangki T-301G Kilang Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat, pada Senin, 29 Maret 2021, pukul 00.45 WIB.

Manager Kampanye Energi dan Perkotaan Walhi, Dwi Sawung mengatakan, PT Pertamina (Persero) wajib melakukan pemeriksaan kepada seluruh masyarakat terdampak.

“Pencemaran udara dari pembakarannya akan berdampak ke warga. Harus ada pemeriksaan studi cohort terhadap warga terdampak,” kata Dwi Sawung saat dihubungi Limapagi.com Senin 29 Maret 2021.

Studi cohort adalah adalah studi observasional yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit dengan memilih dua atau lebih kelompok studi berdasarkan status paparan.

Kemudian diikuti (di- follow up) hingga periode tertentu sehingga dapat diidentifikasi dan dihitung besarnya kejadian penyakit.

Dwi Sawung menjelaskan. pemeriksaan harus dilakukan secara berkala, untuk mengetahui apakah ada dampak berkepanjangan dari insiden ini.

Menurutnya, Pertamina pun wajib menanggung seluruh biaya pengobatan dan pemulihan kepada warga yang terbukti mengalami masalah kesehatan.

“Setahu saya ada senyawa aromatik atau Hidrokarbon (HC) yang berbahaya buat kesehatan dan berdampak jangka panjang,” tambahnya.

Ia juga menambahkan, senyawa aromatik atau Hidrokarbon (HC) yang terkandung dalam gumpalan asap tebal akibat kebakaran.

Hidrokarbon di udara akan bereaksi dengan bahan -bahan lain, membentuk ikatan baru yang disebut plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH).

PAH banyak dijumpai di daerah industri dan padat lalulintas. Bila PAH ini masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker.

Karena itu, Dwi Sawung menekankan Pertamina harus melakukan pemeriksaan terus menerus, hingga dapat dipastikan kejadian ini tidak berdampak pada kesehatan warga sekitar.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, belum dapat memastikan apa yang menyebabkan ledakan kilang minyak PT Pertamina RU di VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

“Penyebab belum diketahui dengan pasti. Masih investigasi dengan pihak terkait,” kata Nicke dalam konferensi pers, Senin, 29 Maret 2021.

Menurut dia saat ini fokus utama hari ini adalah menyelesaikan kondisi darurat di lapangan. Terutama kata Nicke penanganan insiden tersebut.

“Pertamina menurunkan sumber daya dan upaya. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait,” ucapnya.***

 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post