Pelaku Bom Makassar Disebut Belajar Rakit Peledak dari Internet

LIMAPAGI – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pelaku bom Makassar belajar rakit bom lewat internet.

Boy menjelaskan, terdapat konten-konten di dunia maya perihal cara untuk melakukan aksi teror. Termasuk cara membuat bahan peledak yang dibikin oleh akun-akun yang tidak bertanggung jawab.

“Ada informasi pelaku (bom di Gereja Katedral Makassar) belajar membuat peladak melalui internet, yang dikembangkan oleh mereka,” ujar Boy di Makassar, Senin, 29 Maret 2021.

“Tentu, kita berharap supaya semua pihak waspada dengan disinformasi yang muatannya intoleransi,” tambahnya.

Dia menambahkan, di era media sosial (medsos) hari ini, pengguna internet di Indonesia sudah ada sekitar 202 juta, di mana 80 persen di antaranya memainkan medsos yang mayoritas adalah generasi muda.

Atas dasar itulah Boy berpendapat, pengaruh nilai-nilai terorisme ini sudah menghegemoni generasi-generasi muda.

“Karena teridentifikasi pelaku kelahiran tahun 1995. Jadi inisialnya L dengan istrinya adalah termasuk tentunya kalangan milenial yang sudah menjadi ciri khas korban dari propaganda jaringan teroris,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya menekankan pemberian edukasi yang maksimal untuk kalangan muda. Selain itu, diperlukan juga kerja sama dengan tokoh agama dan masyarakat agar bisa membendung propaganda teroris jaringan global.

Ahmad Muhajir
Ahmad Muhajir

Graduated from the Institute of Social and Political Sciences (IISIP), majoring in Political Science.

With a minimum of 6 years experiences as a journalist and freelance writer, he really cares about improving the quality of life of the community.

His previous works cover a wide range of topics such as science, technology, public policy, sports, gaming, or e-Sports.

Now at limapagi.id, Ajir is a reporter who focuses on national issues.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post