Pertolongan Pertama pada Luka Bakar Ringan, Jangan Dikasih Odol

LIMAPAGI – Luka Bakar merupakan sebuah cedera pada kulit yang disebabkan oleh berbagai banyak faktor. Seperti paparan sinar matahari atau sengatan listrik bahkan kebakaran. 

Perlu diketahui, luka bakar memiliki tingkatan berdasarkan kerusakan pada kulit. Mulai dari luka bakar ringan, sedang dan tinggi. Setiap kategori luka bakar memiliki cara dan teknik perawatan yang berbeda.

Khususnya pada luka bakar ringan biasanya hanya terjadi pada bagian kulit terluar. Pada luka bakar jenis ini keadaan luas luka tidak lebih dari 10 cm. Gejala yang muncul saat seseorang terkena luka bakar ringan pun ada kemerahan dan bengkak pada area luka dan terasa perih. 

Tak sedikit orang salah kaprah dalam pertolongan pertama mengatasi luka bakar ringan. Paling populer adalah dikasih odol, kecap sampai mentega Padahal semuanya tidak membantu sama sekali.

Perlu diketahui, odol mengandung sodium fluoride yang bagus untuk gigi tapi tidak untuk luka bakar. Justru dampaknya bisa berbahaya kalau dioles, sebab panas dari luka bakar tersebut bisa terperangkap dan dapat membuat proses penyembuhan jadi lebih lama.

Begitu pun pada kecap dan juga mentega. Belum ada penelitian yang menyebut kalau keduanya dapat meringankan rasa sakit bahkan mempercepat proses penyembuhan akibat luka bakar.

Oleh karena itu, untuk pengobatan atau pertolongan pertama pada luka bakar ringan, kamu dapat melakukan berbagai tips di bawah ini, sebagaimana dilansir Mayoclinic, Senin, 29 Maret 2021.

1. Dinginkan luka bakar

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah siram area luka bakar pada kulit di bawah air mengalir. Disarankan untuk menggunakan air sejuk tidak dengan air dingin. Selain itu, kamu juga dapat kompres luka bakar dengan air dan handuk kecil hingga rasa sakit mereda.

2. Lepaskan cincin atau benda ketat

Kamu disarankan untuk cepat melepaskan cincin atau benda-benda ketat pada sekitar area luka bakar. Hal ini perlu kamu lakukan guna mengurangi pembengkakan yang terjadi di area luka terbakar. 

3. Dilarang untuk menyentuh luka 

Biasanya luka bakar akan membentuk benjolan berisi air atau lepuh yang berisi cairan. Jika luka bakar pada kulit kamu sudah membentuk lepuh alangkah baiknya untuk tidak menyentuh lepuh tersebut. Hal ini dikarenakan lepuh tersebut bertujuan untuk melindungi dari infeksi. Jika benjolan tersebut pecah, disarankan untuk cepat membersihkan area tersebut dengan air dan salep antibiotik.

4. Gunakan losion 

Langkah selanjutnya adalah oleskan losion dengan kandungan pelembap atau lidah buaya. Kamu hanya perlu menunggu luka bakar dingin lalu kamu bisa mengoleskan losion pada area luka bakar. Hal ini dapat membantu untuk mempercepat luka kering dan meredakan nyeri.

5. Perban luka bakar

Untuk melindungi luka bakar dari bakteri kamu perlu menutup luka bakar dengan perban steril atau kain kasa kering. Perban bertujuan untuk mencegah udara keluar dari area luka bakar dan mengurangi rasa sakit.

5. Minum obat pereda nyeri

Langkah terakhir yang bisa kamu lakukan adalah meminum obat pereda nyeri, seperti obat dengan kandungan ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya), naproxen sodium (Aleve) atau acetaminophen (Tylenol, lainnya). Hal ini bertujuan untuk membantu meredakan nyeri area luka bakar.***

Gea Yustika
Gea Yustika

Gea yustika is a reporter Lifestyle Channel at Limapagi, focusing on Fashion and Beauty.

Education: Major of Communication Studies at Sultan Ageng Tirtayasa University.

She has experience in the media industry. Started from being a content writer and a journalist. Not only focusing on Lifestyle or content writing, but she also has experience in data journalism.

She started her career as a content writer Lifestyle Channel at Kumparan. She also had a career at Tempo.co and Journocoders Indonesia.

 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post