Karyawan Microsoft Kembali ke Kantor Setelah WFH Panjang

LIMAPAGI – Sejak munculnya virus Covid-19, sebagian besar perusahaan memberlakukan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Cara ini dilakukan guna menghindari penularan virus berbahaya tersebut.

Salah satu perusahaan yang menerapkan kebijakan tersebut adalah Microsoft. Tak tanggung-tanggung, kebijakan bekerja dari rumah dilakukan perusahaan teknologi itu mulai dari Mei 2020 lalu. Sejak saat itu, tak ada karyawan melaksanakan tugasnya dari kantor.

Setelah hampir setahun menikmati kebijakan bekerja dari rumah, perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itu kembali mempekerjakan karyawannya di kantor. Kebijakan untuk mengundang para pekerja kembali datang ke kantor pada 29 Maret 202.

“Kami telah memantau data otoritas kesehatan lokal dan memutuskan kantor bisa mengakomodasi lebih banyak karyawan dengan aman, dan tetap menjaga batas kapasitas negara bagian Washington,” tulis DelBene yang menjabat Eksekutif Wakil Presiden Microsoft, dikutip dari Blog Resmi Microsoft, Senin, 29 Maret 2021.

DelBene menambahkan, akan ada beberapa penyesuaian yang dibuat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan. Tak lain di antaranya aturan menjaga jarak, pembatasan kapasitas, memakai masker, dan standar lain sesuai dengan aturan otoritas lokal.

Tentu saja karyawan dan staf juga akan dibekali pelengkapan guna menjaga kebersihan, seperti tisu, disinfektan, dan face shield saat di area perkantoran.

Meskipun kembali membuka kantor, Microsoft mengatakan akan tetap menunjang produktivitas bagi karyawan yang memilih WFH. Itu artinya karyawan bebas memilih ingin bekerja di kantor, WFH atau keduanya.

“Sistem kerja hybrid yang memadukan WFH dan berkantor memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya bagaimana untuk memastikan seluruh karyawa terlibat,” papar DelBene.

DelBene juga menambahkan, di tengah kesulitan tersebut, Microsoft tetap berkomitmen untuk memberikan ruang untuk fleksibilitas dan ketangkasan bagi karyawannya pada kebijakan barunya ini.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post