Ma'ruf Amin: Ruang Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Terbuka Luas

LIMAPAGI - Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin menyatakan bahwa ruang pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terbuka luas. Hal ini tercermin dalam market share perbankan syariah berada di angka 6,51 persen, dan keuangan syariah berada di angka 9,89 persen per Desember 2020.

"Ini menandakan bahwa masih terdapat ruang yang cukup luas untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, dan hal tersebut perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis ekonomi syariah yang kompeten," kata dia dalam Launching Buku Panduan Magang dan Buku Teks Ekonomi Syariah, Selasa, 29 Juni 2021.

Ia menjelaskan ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu program prioritas pemerintah saat ini. Diharapkan dapat menjadi arus baru perekonomian untuk mendukung ketahanan perekonomian nasional.

Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, menyebutkan terdapat empat fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang sedang dijalankan pemerintah saat ini, yakni pengembangan produk halal, keuangan syariah, dana sosial syariah, dan perluasan usaha syariah.

Menurut Ma'ruf, untuk mendorong peran ekonomi syariah di Indonesia agar dapat memberikan kemanfaatan yang lebih besar, diperlukan integrasi dari berbagai unsur ekonomi dan keuangan syariah dalam satu kesatuan ekosistem yang kuat dari hulu hingga hilir, dan termasuk di dalamnya adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis ekonomi dan keuangan syariah. &

Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 juga menyebutkan bahwa salah satu komponen terwujudnya perkembangan ekonomi syariah adalah peningkatan kuantitas dan kualitas SDM ekonomi syariah, baik yang ada di lembaga pendidikan, lembaga sosial keagamaan maupun lembaga ekonomi dan keuangan syariah.

"Salah satu faktor penentu terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas berbasis ekonomi dan keuangan syariah, adalah melalui pendidikan yang didukung oleh kurikulum dan juga buku teks panduan pengajaran ekonomi dan keuangan syariah yang tepat, benar, dan mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," jelas dia.

Oleh karena itu lembaga pendidikan perguruan tinggi dengan program studi ekonomi syariah, diharapkan dapat melakukan pula studi dan riset untuk mendorong inovasi dan pengembangan lebih lanjut di bidang ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

"Diharapkan upaya ini akan menghasilkan alumni-alumni yang memiliki pemahaman selaras dengan prinsip-prinsip dasar, implementasi, dan juga permasalahan serta solusi-solusi yang inovatif," ujar dia. & &

Selain itu, dengan buku Panduan Ekonomi dan Keuangan Syariah, kiranya dapat memperluas pola pikir dan kiprah para civitas akademika.

"Sehingga tidak hanya berfokus di kampus, namun dapat bersinergi dengan pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan," ujar dia.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post