Kasus Penggelapan, Begini Modus Kurir Ojek Online Bawa Kabur MacBook Rp67 Juta

LIMAPAGI - Langkah RF (25) dan HS (39) harus terhenti usai diciduk polisi pada Minggu, 21 November 2021. Dua kurir ojek online (ojol) tersebut ditangkap karena membawa kabur MacBook senilai Rp67 juta.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan, keduanya ternyata residivis.

"Setelah kita melakukan penangkapan dan pemeriksaan, ternyata si tersangka ini residivis sudah melakukan kegiatan ini beberapa kali. Menurut pengakuannya, sudah 15 korban," ungkap Auliasnyah di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 24 November 2021.

Baca Juga: Oknum Kurir Ojol yang Bawa Kabur MacBook Rp67 Juta Ternyata Residivis

Auliansyah menyampaikan, dalam menjalankan aksinya, keduanya membuat data diri palsu yang sulit dilacak. Mereka juga menunggu di lokasi orang-orang yang membeli barang dengan harga mahal.

"Jadi teman-teman (wartawan) lihat kenapa harga laptop kenapa Rp67 juta? karena ini speknya tinggi di Indonesia. Menurut pengakuan toko, bahwa MacBook ini baru masuk (di Indonesia) beberapa biji," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol E Zulpan mengatakan, kasus ini dilaporkan oleh Untung Putro pada Minggu, 21 November 2021. Pada 12 November 2021, Untung menerangkan bahwa dia memesan MacBook tersebut lewat Tokopedia.

"Kemudian dari pihak Tokopedia ke sana ini mengirimkan barang ke sana milik pelapor atau korban melalui ojek online. Namun hingga saat ini, laptop yang dipesan tersebut tidak datang," ucapnya.

Zulpan menyampaikan, kedua tersangka sudah saling mengenal dan beberapa kali melakukan kejahatan serupa. Dalam menjalankan aksinya, HS meminta bantuan RF untuk dicarikan akun driver Gojek yang dijual oleh pemiliknya. Akun yang dibeli tersebut berkisar Rp800 ribu hingga Rp1 juta.

"Setelah tersangka RF membeli akun driver Gojek, tersangka RF mendapatkan simcard yang terdaftar pada akun driver Gojek tersebut. Dan foto wajah atau topeng wajah pemilik asli akun driver Gojek tersebut yang digunakan untuk verifikasi wajah pada saat login di akun driver Gojek," ungkap Zulpan.

Zulpan melanjutkan, jika penjual akun tidak memberikan simcard, maka HS akan mengubah nomor handphone yang tercantum pada akun driver Gojek itu menjadi nomornya.

Selanjutnya, HS mengaktifkan akun driver Gojek tersebut agar mendapatkan orderan. Mereka mengincar barang elektronik seperti handphone, laptop, CPU, dan sebagainya.

"Kemudian, tidak diantarakan kepada orang yang berhak menerima. Melainkan, digelapkan oleh mereka. Ini yang mereka lakukan. Kejahatan ini cukup sering mereka lakukan dan baru kali ini diungkap berkat adanya laporan daripada korban," tuturnya.

HS dan RF sama-sama diciduk pada 21 November 2021. RF di Ciledug, Jakarta Selatan, sedangkan HS di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.

Baca Juga: Bawa Kabur MacBook Rp67 Juta, Oknum Kurir Ojek Online Jadi Tersangka

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 28 ayat 1 Jo Pasal 45 A ayat 1 Undang-Undang (UU) ITE dan Pasal 372 tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

"Terkait totalnya (hasil kejahatan) masih dilakukan pendalaman atau pemeriksaan karena baru ditangkap mereka," tutur Zulpan.

KABAR LAINNYA