Hampir 3 Tahun, Satgas Investasi Blokir 3.193 Pinjol Ilegal

LIMAPAGI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) telah melakukan pemblokiran dan penutupan terhadap 3.193 aplikasi atau website pinjaman online (pinjol) ilegal.

Bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kementerian Komunikasi (Kominfo) OJK mengambil tindakan kepada para pinjol yang memiliki potensi besar untuk melakukan tindakan pelanggaran hukum.

"Tindakan tegas dilakukan dengan melakukan cyber patrol dan sejak 2018 telah memblokir/menutup 3.193 aplikasi/website pinjol ilegal," seperti dikutip dari laman OJK pada Selasa, 29 Juni 2021.

Adapun ciri-ciri pinjol atau rentenir online yang dimaksud oleh OJK, terdapat dalam kriteria berikut ini seperti, tidak terdaftar atau berizin di OJK, penawaran menggunakan sarana SMS atau WA, bunga dan denda tinggi mencapai 1 hingga 4 persen per hari.

Kemudian, terdapat biaya tambahan lainnya yang tinggi sebesar 40 persen dari nilai pinjaman, jangka waktu pelunasan singkat tidak sesuai dengan kesepakatan, meminta akses data pribadi seperti kontak, foto, video, lokasi, dan sejumlah data pribadi lainnya yang digunakan untuk meneror peminjam jika terjadi gagal bayar.

Selanjutnya, melakukan penagihan tidak beretika berupa teror, intimidasi, dan pelecehan, serta tidak memiliki layanan pengaduan dan identitas kantor yang jelas.

Berangkat dari persoalan tersebut, OJK meminta kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap penawaran pinjul ilegal. Di sisi lain OJK akan terus melakukan pengawasan dan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan pinjol legal yang melakukan penagihan secara tidak beretika.

"OJK menghimbau masyarakat hanya menggunakan pinjaman online resmi terdaftar/berizin OJK serta selalu untuk cek legalitas pinjol ke Kontak 157/ WhatsApp 081157157157," tulis OJK.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post