AKBP Karosekali Dipukul Anggota Pemuda Pancasila, Kepala Robek & Pendarahan

LIMAPAGI - Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali, menjadi korban karena dipukuli salah satu anggota ormas Pemuda Pancasila dalam demo yang berakhir ricuh di depan gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis, 25 November 2021.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol E Zulpan mengatakan, Karosekali kini menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Kramat Jati, Jakarta Timur akibat kena senjata tajam.

"Senjata tajam, diserang. Kemudian kepala bagian belakang ini mengalami luka robek dan pendarahan yang cukup besar dan harus mendapat beberapa jahitan. Kemudian dirawat di rumah sakit," kata Zulpan di halaman gedung DPR. 

Baca Juga: Demo Pemuda Pancasila Berakhir Ricuh, Satu Anggota Polisi Jadi Korban Pemukulan

Hingga saat ini, belum diketahui siapa dan berapa orang yang ikut memukuli AKBP Karosekali. Namun, Polda Metro Jaya sudah mengamankan 20 anggota Pemuda Pancasila yang diduga memikiki senjata tajam.

"Yang mana dari 20 orang ini, hasil pemeriksaan sementara sembilan orang akan kita tahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena membawa senjata tajam," katanya.

Dalam konferensi pers berbeda, Zulpan menyampaikan, penanggung jawab aksi demo tersebut rencananya akan dipanggil penyidik Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Dalam kesempatan itu, Zulpan mengatakan bahwa tidak ada organisasi mana pun yang boleh menempatkan dirinya di atas hukum.

"Ini perlu menjadi catatan kita bahwa, ormas Pemuda Pancasila dalam kegiatan hari ini seolah-olah menempatkan mereka di atas daripada hukum, bahkan melawan aparat penegak hukum yang sebenarnya bukan lawan mereka," tegas Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. 

Di tempat yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyampaikan, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa peluru.

"Salah satunya adalah membawa dua butir peluru yang diduga kaliber 38 punyanya revolver. Tentunya, dengan barbuk (barang bukti) yang ada akan kami kembangkan terus," katanya.

Baca Juga: Bawa Senjata Tajam Saat Demo, 9 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka

Dalam kasus ini para tersangka dijerat Pasal 2 Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas dugaan membawa senjata penikam atau senjata penusuk.

"Satu lagi yang masih dilakukan pemeriksaan itu adalah dugaan Pasal 170 dengan korban perwira menengah pangkatnya, anggota polisi lalu lintas yang membantu pelaksanaan pengaturan di sana," tuturnya.

Sebagai informasi, massa ormas Pemuda Pancasila (PP) menggelar aksi demo untuk menuntut Anggota DPR Fraksi PDIP, Junimart Girsang menyampaikan permohonan maaf karena menyebut ormas itu kerap terlibat bentrok. Namun, aksi tersebut berakhir ricuh dan dibubarkan polisi.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post