Digencet Tuntutan Internasional, RI Mau Fokus ke Industri Ramah Lingkungan

LIMAPAGI - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menerangkan industri hijau akan menjadi tren global dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Perubahan Iklim, Joe Biden Sebut Jakarta bakal Tenggelam

Terlebih lagi, ada tekanan dari dunia internasional yang menginginkan ekonomi berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

"Tekanan maupun tuntutan untuk ramah lingkungan semakin tinggi,” kata Perry dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa, 31 Agustus 2021.

Dari penuturan Perry, pemerintah tengah menyiapkan regulasi yang jelas dalam mengakomodir industri ramah lingkungan.

Ke depan pemerintah akan mengembangkan ekonomi hijau dari tingkat daerah hingga nasional. Perkembangannya merata dan dapat menekan emisi gas karbon.

Tak hanya itu, ekonomi hijau nantinya juga akan dikombinasikan dengan perkembangan teknologi digital. Dari sana terjadi reformasi ekonomi secara terstruktur.

“Kita harus mampu meresponnya, menyiapkannya untuk melalui berbagai kebijakan kebijakan reformasi struktural maupun digitalisasi,” kata dia.

Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut tekanan ekonomi dari perubahan iklim sama seperti pandemi Covid-9.

Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan komitmen yang tegas dalam mengembangkan ekonomi hijau ramah lingkungan.

Baca Juga:  Luhut Bilang Negara Habiskan Rp86,7 Triliun Tiap Tahun Gara-gara Perubahan Iklim

Dalam beberapa tahun ke depan, kata Sri Mulyani, kedua masalah tersebut merupakan tantangan bagi semua negara di dunia.

“Climate change (perubahan iklim) adalah global disaster yang magnitude-nya diperkirakan akan sama dengan pandemi,” kata dia beberapa waktu lalu.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.