Waketum PAN: Pernyataan Bahlil soal Pemilu 2024 Dimundurkan Tak Salah

LIMAPAGI - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi menilai tak ada yang salah dengan pernyataan Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia tentang aspirasi dunia usaha agar Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 dimundurkan.

Pernyataan tersebut, diutarakan Bahlil saat menghadiri undangan rilis survei lembaga Survei Indikator Politik Indonesia pada Minggu, 9 Januari 2022.

“Mas Bahlil dalam pernyataannya tidak salah karena menjelaskan aspirasi dunia usaha yang menghendaki pemilu dimundurkan,” ucap Viva dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Januari 2022.

Baca Juga: DPR Minta Jokowi Tegur Bahlil Lahadalia soal Pernyataan Pilpres 2024 Ditunda

Menurut Juru Bicara PAN ini pernyataan Bahlil adalah perwakilan suara dari dunia usaha. Adanya keberagaman aspirasi dari seluruh elemen bangsa tersebut, menurut dia sebagai ekspresi berdemokrasi, buah dari kebebasan berpikir dan berpendapat.

“Dan secara historis, Indonesia telah mengalami pasang-surut kehidupan demokrasi, termasuk memajukan atau memundurkan jadwal Pemilu,” ucapnya.

Karena tak ada yang salah dengan pernyataan Bahlil, maka dari itu PAN melakukan teguran kepada Dimas Akbar Prakoso. Meski Dimas merupakan Juru Bicara Muda PAN pernyataan yang disampaikan tidak merefleksikan pendapat partai tapi diri dia sendiri.

Atas pernyataan Bahlil, menurut dia Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga berpesan setiap keputusan politik harus membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Keputusan politik pun mesti mendukung kerja dan kinerja pemerintah secara maksimal.

Baca Juga: Ingin Sukseskan Pemilu 2024, Kemendagri-KPU Teken MoU

Bahlil Lahadalia menghadiri rilis survei lembaga Survei Indikator Politik Indonesia Minggu, 9 Januari 2022. Dalam kesempatan tersebut, ia menuturkan agar Pemilu 2024 mundur dari jadwal.

“Kalau kita mengecek di dunia usaha, rata-rata mereka memang berpikir adalah bagaimana proses demokrasi ini, dalam konteks peralihan kepemimpinan, kalau memang ada ruang untuk dipertimbangkan dilakukan proses untuk dimundurkan, itu jauh lebih baik," kata Bahlil.

KABAR LAINNYA