Berkelana Naik Motor Lawas, Perempuan Ini Selamatkan Batik Kudus dari Kepunahan

LIMAPAGI - Jalan terjal harus dilalui Yuli Astuti untuk menyelamatkan batik Kudus dari kepunahan. Jalan itu tak dilaluinya sendiri, sebuah motor lawas jadi teman setianya wara-wiri ke sana ke mari.

Banyak kisah yang diukir Yuli bersama motor Honda Supra Fit warna merah-hitam itu. Mulai dari sedih, senang bahkan sampai kisah mistis pun pernah dilaluinya bersama motor tersebut.

"Itu motor legend bagi saya. Dia sudah menemani saya 16 tahun lamanya. Dari zaman saya masih berkelana, sampai akhirnya kini batik Kudus dikenal banyak orang. Dia yang menemani perjalanan saya," ujar Yuli memperkenalkan teman sejatinya itu pada Limapagi, Minggu 31 Oktober 2021.

Baca Juga: Rumah Warga Kudus Hangus Terbakar Gegara Mengisi Baterai HP di Kasur

Terekam jelas di ingatan Yuli, motor tersebut dibelinya sekitar tahun 2005 silam dengan harga yang tak murah. Yuli yang saat itu masih berprofesi sebagai seorang penjahit, harus menabung cukup lama untuk membeli motor Supra Fit tersebut.

Kala itu, dia sengaja memilih motor keluaran terbaru dengan mesin yang handal untuk menemaninya berkelana belajar batik ke berbagai kota. Seperti Solo dan Pekalongan yang dikenal sebagai sentra kerajinan batik di Jawa Tegah.

"Saat itu informasi dan pelatihan batik belum sebanyak sekarang. Ilmu membatik jadi hal yang sangat malah waktu itu. Jadi saat ada kesempatan saya maksimalkan sebaik-baiknya. Saya biasa motoran sendirian ke Solo dan Pekalongan untuk belajar membatik," jelasnya.

Perjalanan jauh ratusan kilometer ditempuhnya bersama Si Supra, untuk menyelamatkan batik Kudus dari ancaman kepunahan. Mengingat sekitar tahun 2005 perajin batik Kudus hanya tinggal satu orang.

Sejumlah upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kudus kala itu, untuk menghidupkan kembali batik Kudus juga tidak berjalan. Dua hal ini yang memompa semangat Yuli untuk menggeluti batik.

"Kalau bukan saya, siapa lagi yang mau meneruskan?" ujarnya.

Perjalanan menghidupkan kembali batik Kudus diakui tak mudah. Selain butuh perjuangan ekstra untuk belajar membatik, riset sejarah dan motif-motifnya, usaha kerajinan batik juga menelan modal yang tidak sedikit.

Proses pengenalan Batik Kudus melalui pameran-pameran kerajinan menelan biaya yang tak murah. Motor Supra kesayangannya pun pernah dijadikan umpan untuk memancing peluang yang lebih besar.

"Motor itu pernah saya jadikan jaminan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PPUKM) Pertamina. Tahun 2017 lalu, saya mengajukan pijaman Rp10 juta dengan jaminan motor legend saya itu," tuturnya.

Beruntung, umpan tersebut dipasang di kail yang tepat. Keikutsertaannya dalam PPUKM sukses membawanya menembus pasar nasional dan internasional. Melalui kegiatan pembinaan, pameran-pameran dan fashion show, batik buatan Muria Batik Kudus dikenal masyarakat.

Berjalannya waktu, usahanya kian berkembang. Pecinta batik buatannya kini sudah tersebar di sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, Tiongkok dan Brunei Darussalam. Dengan pencapaiannya ini, tak ayal Pertamina menetapkan Yuli sebagai Local Hero di tahun 2018.

Yuli tak menyangka, niat awalnya menyelamatkan batik Kudus justru membawanya pada usaha batik yang begitu menjanjikan dengan pangsa pasar yang luas. Dari usahanya, kini dia bisa menghidupi keluarganya dan keluarga puluhan karyawannya.

Meski sayap usahanya telah mengepak lebar, Yuli tak berpuas diri. Batik-batik premium dengan nilai sejarah dan kearifan budaya lokal yang kuat terus diciptakannya. Seperti batik kapal kandas, parijotho, ukir gebyok, tradisi bulusan hingga gading gajah purba patiayam.

Baca Juga: Bawa Rokok Ilegal, Warga Jepara Digelandang ke Bea Cukai Kudus

"Sampai di titik ini saya merasa sangat bersyukur. Kalau mengenang perjuangan saya dulu, naik motor Solo-Pekalongan sampai pernah alami ban bocor di tengah hutan Blora rasanya bersyukur sekali. Sekarang ke mana-mana lebih nyaman tidak lagi motoran," pungkasnya.

Meski motor legend miliknya kini tak lagi menemaninya wara-wiri ke luar kota. Tapi motor itu masih dirawat dengan baik olehnya. Motor yang menjadi saksi perjalanannya menyelamatkan batik Kudus dari kepunahan tersebut selalu menghiasi halaman rumahnya yang asri dengan nuansa klasik.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post