Ogah Turunkan Harga PCR, Hasil Tes RS Bakal Diblokir Pedulilindungi

LIMAPAGI - Harga batas atas tes polymerase chain reaction (PCR) telah diturunkan pemerintah imbas banyaknya desakan masyarakat, utamanya pelaku perjalanan udara yang diwajibkan tes PCR sebelum terbang. &

Harga tes PCR di Jawa dan Bali menjadi Rp275 ribu, dari semula Rp495 ribu. Sedangkan di luar wilayah itu menjadi Rp300 ribu, dari semula Rp525 ribu.

Baca Juga: Sah, Batas Berlaku Sampel PCR Penumpang Pesawat Jadi 3 Hari

Dirjen Pelayanan Kesehatan Prof. dr. Abdul Kadir menegaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menindak fasilitas kesehatan (faskes) yang tidak menurunkan harga tes PCR sesuai dengan ketentuan tersebut.

“Bagi rumah sakit (RS) dan Lab penyelenggara pelayanan Covid-19 yang nakal, maka akan kami tindak tegas dengan diblok hasil pemeriksaannya dari aplikasi PeduliLindungi," kata Kadir dalam keterangan tertulis, Minggu, 31 Oktober 2021.

Tarif baru pemeriksaan tes PCR itu berlaku sejak Rabu 27 Oktober 2021. Dengan demikian seluruh fasilitas kesehatan yang melayani tes PCR harus menyesuaikan kembali tarif yang diberlakukan.

Baca Juga: Ada Aturan Baru, Naik Pesawat di Luar Jawa-Bali Bisa Pakai Antigen

Menidaklanjuti harga batas atas tes PCR terbaru tersebut, Kemenkes juga sudah mengeluarkan surat nomor SR.04.03/I/3853/2021 yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten, dan Kota, Kepala atau Direktur RS yang memiliki Lab pemeriksaan Covid-19, dan Pimpinan Laboratorium Pemeriksaan Covid-19 seluruh Indonesia.

Dalam surat tersebut, Kemenkes menginstruksikan seluruh rumah sakit dan laboratorium penyelenggara pelayanan Covid-19 untuk menyesuaikan tarif pemeriksaan tes PCR, serta sanksi bagi faskes yang tidak patuh.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post