Wall Street Menutup Pekan Pertama 2022 di Zona Merah

LIMAPAGI - Wall Street menutup pekan ini dengan pelemahan baik harian maupun dalam sepekan. Di mana, investor khawatir tentang kenaikan suku bunga AS dan berita penyebaran cepat Omicron yang sedang berlangsung.

Mengutip antaranews, Sabtu, 8 Januari 2022, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 4,81 poin atau 0,01 persen, menjadi menetap di 36.231,66 poin. Indeks SP 500 berkurang 19,02 poin atau 0,41 persen, menjadi berakhir di 4.677,03 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 144,96 poin atau 0,96 persen, menjadi ditutup di 14.935,90 poin.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Mixed, SP 500 Naik 0,25 Persen

Tujuh dari 11 sektor utama SP 500 berakhir di zona merah, dengan sektor consumer discretionary dan teknologi masing-masing merosot 1,65 persen dan 1,01 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi terangkat 1,45 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Untuk minggu ini, indeks Dow turun 0,3 persen, SP 500 turun 1,9 persen dan Nasdaq turun 4,5 persen.

Nasdaq membukukan persentase penurunan mingguan terbesar sejak Februari 2021 dan memimpin penurunan hari ini di indeks-indeks utama. Saham-saham jatuh pada Jumat (7/1/2022) setelah laporan pekerjaan AS untuk Desember meleset dari ekspektasi tetapi masih dipandang cukup kuat untuk mempertahankan jalur pengetatan Federal Reserve.

Data Departemen Tenaga Kerja pada Jumat ( (7/1/2022) menunjukkan pasar pekerjaan AS berada pada atau mendekati pekerjaan maksimum, meskipun pekerjaan naik jauh lebih rendah dari yang diharapkan pada Desember, ketika ada kekurangan pekerja.

Pada Rabu (5/1/2022), risalah yang dirilis dari pertemuan kebijakan Fed 14-15 Desember menunjukkan para pejabat di bank sentral AS memandang pasar tenaga kerja sebagai "sangat ketat," dan mengisyaratkan The Fed mungkin harus menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.

"Penilaian investor adalah bahwa pasar tenaga kerja terus ketat meskipun ada berita utama yang meleset," kata Michael Arone, kepala strategi investasi di State Street Global Advisors di Boston.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Imbas The Fed Beri Sinyal Percepat Kenaikan Suku Bunga

Perusahaan teknologi besar telah diuntungkan dari suku bunga rendah. Di sisi lain, sektor keuangan dan indeks perbankan SP 500 memperpanjang kenaikan baru-baru ini dan mencapai rekor penutupan tertinggi. Indeks bank naik 9,4 persen untuk minggu ini, mencatat persentase kenaikan mingguan terbesar sejak November 2020.

Perbankan telah meningkat karena imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan melonjak ke tertinggi dua tahun pada Jumat (7/1/2022) serta prospek kenaikan suku bunga Fed.

KABAR LAINNYA