Polri Temukan Peradangan di Kemaluan 3 Anak di Lutim, LBH Makassar : Itu Fakta

LIMAPAGI - Bareskrim Mabes Polri menerjunkan tim supervisi kasus dugaan pemerkosaan tiga anak oleh ayahnya di Luwu Timur, Sulsel. Hasilnya, ditemukan adanya peradangan di kemaluan dan dubur ketiga anak itu.

Temuan peradangan di kemaluan anak ini, setelah ibu korban memeriksakan anaknya ke rumah sakit (RS) Sorowako, Lutim, pada Oktober 2019 silam. Temuan ini dikuatkan keterangan dokter Imelda kepada Tim Supervisi Polri, kemarin.

Temuan Tim Bareskrim Polri terkait adanya peradangan di kemaluan dan dubur ketiga anak tersebut, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar mengaku, itu adalah fakta yang sudah lama ada. Tapi, dikesampingkan oleh penyidik Polres Luwu Timur.

Baca Juga : Polisi Obrak-abrik 'Jalur Gaza' di Makassar, 20 Orang Ditangkap

"Hasil pemeriksaan Mabes Polri sudah dari dulu kami sampaikan, tapi tidak didalami oleh Polres Lutim dan Polda Susel. Bahkan, sebelum penyelidikan dihentikan, pelapor sudah sampaikan di penyidik Polres Lutim pada Oktober 2019, tapi dikesampingkan," kata Wakil Direktur LBH Makassar, Azis Dumpa kepada Limapagi, Rabu 13 Oktober 2021.

Menurut Azis, temuan Mabes Polri adalah salah satu dokumen atau informasi yang telah disampaikan ke penyidik Polres Lutim dan Polda Sulsel, saat gelar perkara khusus pada, 6 Maret 2020 lalu. Tetapi, alat bukti tersebut tidak diindahkan dan Polda Sulsel tetap ngotot untuk menghentikan kasus dugaan pemerkosaan anak tersebut.

"Pemeriksaan Dokter Itu sudah seharusnya dilakukan sejak lama dalam penyelidikan atau penyidikan. Diagnosa dokter, tertulis para anak korban mengalami kerusakan pada bagian anus dan vagina, serta child abuse. Dan kami lengkapi dengan foto-foto kondisi alat vitalnya," ungkapnya.

Dengan adanya temuan fakta dari Mabes Polri, lanjut Azis, ini telah membuktikan bahwa penyelidikan Polres Lutim, selama ini ada kesalahan prosedural. Ada fakta tak didalami. Sehingga, penyelidikan kasus ini tidak layak dihentikan.

Baca Juga : Pemerintah Didesak Utamakan Kepentingan Anak di Kasus Pemerkosaan Ayah di Lutim

"Artinya ada koreksi dilakukan Mabes Polri dan faktanya menegaskan ada kesalahan penyelidikan dari dulu. Ada fakta tidak didalami. Artinya hasil temuan ini, tidak layak dihentikan karena dokumen itu dari dulu didapatkan," tegasnya.

Sehingga, dia meminta kepada kepolisian untuk segera membuka kasusnya kembali dan memeriksa ulang sejumlah saksi. Dia mengaku sejak lama menganggap cacat prosedur dan penghentian penyelidikan yang terburu-buru.

"Penyelidikan mesti segera dibuka kembali tanpa menunggu bukti baru lagi, apalagi dalam temuan tim Mabes Polri juga menentukan fakta tentang luka di organ intim para anak," tegasnya.

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengaku telah mendengar keterangan dr Imelda yang pernah memeriksa 3 anak tersebut. Dalam keterangannya, menyebutkan jika terdapat peradangan sekitar kemaluan dan dubur anak malang itu.

"Tim melakukan interview terhadap dr. Imelda spesialis anak. Tim menginterview tanggal 11 Oktober 2021 dan didapat keterangan terjadi peradangan di sekitar vagina dan dubur," kata Rusdi, kemarin.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.