Pertahankan Bisnis di Kala Covid-19, Sogo Lakukan Ini

LIMAPAGI - Sogo Departement Store terus melakukan inovasi dalam mengembangkan dan mempertahankan bisnis di kala merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan mengusung konsep one stop shopping dan menghadirkan apotek di depan pintu masuk gerai.

Adapun one stop shopping merupakan konsep berbelanja kebutuhan suatu produk dalam satu tempat atau sekali pemberhentian. Sepeti diketahui, Sogo umumnya dikenal sebagai tenant yang menjual kosmetik ataupun pakaian.

Baca Juga: PPKM Darurat, Pengusaha Mal Minta Pemerintah Subsidi 50 Persen Gaji Pekerja

"Saat ini orang selalu menganggap bahwa departemen store itu jualan pakaian jualan sepatu kosmetik dan lain-lain. Tapi sebentar lagi kita dalam langkah-langkah perubahan Sogo yang ada di Kota Kasablanka ini, seperti misalnya kami sudah membuka termasuk apotek bukan hanya kebutuhan untuk farmasi kami juga membuka booth tepat di pintu utama kami," kata Managing Director at Sogo Indonesia Handaka Santosa dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis 29 Juli 2021.

Menurutnya, di masa pandemi ini, masyarakat enggan untuk berlama-lama di luar rumah. Karena itu, departement store saat ini harus merubah konsep bisnis dengan terus berinovasi. Jika hanya menyediakan tempat untuk berbelanja, maka akan ditinggalkan oleh customer atau pelanggan.

Handaka mengatakan jika sebelumnya pintu masuk Sogo umumnya diisi oleh booth kosmetik, di masa pandemi ini manejemen mengubah dengan menghadirkan apotek sebagai gantinya. Konsep ini diambil karema sesuai dengan trend kebutuh di masa pandemi Covid-19.

"Kami sudah memecah itu. Untuk orang juga melihat bagaimana trend kebutuhan customer, bagaimana orang ke satu tempat semuanya diperoleh," kata dia.

Tak hanya itu itu, Handaka menyebut, ada dua kunci utama yang dilakukan Sogo untuk bisa bertahan di masa sulit seperti saat ini. Pertama, experience, dan kedua customer service.

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Permintaan Pengusaha Mal ke Pemerintah

Pelayanan terhadap costumer akan sangat berpengaruh terhadap loyalitas. "Itu tadi benar-benar harus (dijalankak untuk) mengikat customer. Bukan hanya untuk loyal tetapi untuk menjadikan satu-satunya pilihan (tempat) belanja," ujarnya.

Lebih lanjut, Handaka menuturkan, costumer service ini juga sangat tergantung bagiamana sikap karyawan. Karena itu, karyawan harus bisa memperbaiki attitude-nya menjadi lebih baik untuk mendukung tercapainya loyalitas pelanggan.

"Karyawan kami harus sudah beda attitude-nya bukan hanya aktif ini aktif itu, tapi bagaimana benar-benar bisa yang tadi disebut satu aktif, kedua adalah kreatif. Dua hal ini yang harus diberlakukan sehingga menghasilkan sesuatu yang menyenangkan customer," pungkasnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post