Satpam di Majalengka Perkosa Bocah 14 Tahun Setelah Dicekoki Miras

LIMAPAGI - Satreskrim Polres Majalengka, Jawa Barat menahan seorang satpam berinisial  DA, akibat dugaan tindakan pencabulan bocah berumur 14 tahun. 

Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, pencabulan yang dilakukan tersangka terhadap korban berawal dari kenalan melalui media sosial. 

Setelah berkenalan, kemudian korban diajak bertemu oleh tersangka pada sebuah rumah di wilayah Kecamatan Majalengka.

"Setelah berkenalan melalui medsos, pada April 2021 lalu korban diajak ketemuan oleh tersangka sekitar pukul 13.00 WIB, di sebuah rumah," ucap Siswo dalam keterangan persnya, Selasa 29 Juni 2021.

Siswo menyebutkan, sebelum melakukan pencabulan tersangka sempat mencekoki korban dengan minuman keras. Dalam kondisi mabuk, tersangka mencabuli korban dan merekam adegan tersebut.

"Korban dicekoki miras dulu sama tersangka. Dia juga merekam aksinya itu untuk mengancam korban," ujarnya.

Lebih lanjut, Siswo menuturkan, video yang direkam tersangka DA dijadikan alat untuk mengancam korban dan memuaskan hasrat bejatnya. 

Pasalnya, tersangka kembali mengajak korban kencan dengan mengancam akan menyebarkan video tersebut.

"Pada hari berikutnya tersangka kembali mencabuli korban. Kali ini tersangka mengancam akan memviralkan video itu jika korban menolak ajakannya," tuturnya.

Karena ketakutan, lanjut Siswo, korban pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Kemudian, orang tuanya melaporkan kejadian tersebut ke Satreskrim Polres Majalengka.

"Sehingga pada 17 Juni 2021 lalu, keluarga korban melaporkan tersangka kepada pihak kepolisian. Tersangka saat ini sudah diamankan oleh Polres Majalengka, sejak 23 Juni 2021," pungkasnya.

Atas perbuatannya, tersangka DA dijerat Pasal 82 ayat 1 junto Pasal 76E Undang-undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. DA terancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.
 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post