Belajar dari Kasus Kematian Rony Dozer, Kenali Faktor Pemicu Serangan Jantung

LIMAPAGI - Dunia hiburan kembali berduka. Kali ini salah satu komedian ternama Indonesia Rony Dozer tutup usia. Aktor berusia 46 tahun ini dikabarkan meninggal dunia pada Kamis 11 November 2021 malam hari.

Setelah beredar kabar berpulangnya Rony Dozer, pihak keluarga mengunggah kabar duka sekaligus memberikan informasi mengenai penyebab kematian Rony Dozer. Dalam unggahan tersebut dituliskan bahwa serangan jantung menjadi penyebab kematian Rony Dozer.

Tak hanya Rony Dozer, beberapa seleb tanah air lainnya seperti Adjie Massaid dan Mike Mohede pun tutup usia akibat mengalami serangan jantung. Ini menjadi warning bagi kita untuk mengetahui penyebab terjadinya serangan jantung pada tubuh manusia.

Mengutip dari ClevelandandClinic, serangan jantung merupakan sebuah kondisi berbahaya yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke otot jantung manusia. Tanpa adanya aliran darah, otot jantung akan mulai mati.

Baca Juga: Keluarga Sebut Serangan Jantung jadi Penyebab Kematian Rony Dozer

Kondisi seperti ini dapat menyebabkan kerusakan jantung permanen dan kematian yang mengancam jiwa seseorang.

Sebagian besar serangan jantung terjadi karena penyumbatan di salah satu pembuluh darah. Namun penyebab lainnya yang sering terjadi adalah adanya tumpukan kolesterol dan zat lain di dalam dinding pembuluh darah arteri atau yang biasa disebut aterosklerosis.

Tumpukan ini bisa mengeras dan mengganggu aliran darah ke jantung lantaran pembuluh darah tersumbat atau menyempit. Kondisi ini dapat menghambat darah ke otot jantung sehingga menyebabkan serangan jantung.

Tetapi serangan jantung bisa saja terjadi tanpa penyumbatan. Namun, kondisi ini jarang terjadi dan hanya menyumbang sekitar 5% dari semua penyebab serangan jantung.

Selain penyebab di atas, ada beberapa risiko lain yang jadi pemicu serangan jantung. Berikut faktor risiko pemicu timbulnya serangan jantung.

1. Usia dan jenis kelamin

Risiko pertama seseorang terkena serangan jantung adalah usia dan jenis kelamin. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagi para pria, risiko serangan jantung meningkat pesat pada usia 45 tahun.

Kemudian bagi para perempuan, risiko serangan jantung meningkat pesat pada usia 50 tahun atau setelah menopause.

2. Sejarah kesehatan keluarga

Faktor risiko hadirnya serangan jantung kedua adalah sejarah kesehatan keluarga. Jika kamu memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat penyakit jantung atau serangan jantung, risiko kamu terkena serangan jantung jauh lebih besar.

3. Gaya hidup

Faktor risiko pemicu serangan jantung selanjutnya adalah gaya hidup. Pilihan gaya hidup yang kamu buat dapat memengaruhi risiko kamu terkena serangan jantung.

Berikut ini contoh gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung, mulai dari kurang melakukan aktivitas fisik, diet tinggi natrium, gula dan lemak, merokok atau penggunaan tembakau, terlalu banyak minum alkohol, penyalahgunaan narkoba dan gaya hidup tidak sehat lainnya.

Baca Juga: Tips dari Ahli, Cara Menangani Pesepeda Alami Serangan Jantung

4. Penyakit dan kondisi kesehatan bawaan

Faktor terakhir yang dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung adalah adanya riwayat penyakit serta kondisi kesehatan bawaan.

Beberapa kondisi kesehatan ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung mulai dari diabetes, kegemukan, tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, gangguan makan.

KABAR LAINNYA