Ada PPKM Mikro, PHRI Prediksi Okupansi Hotel Bisa Turun Jadi 10 Persen

LIMAPAGI - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) membeberkan kondisi okupansi hotel semenjak diberlakukan kembali pengetatan perpanjangan masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Mikro, lantaran meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran menjelaskan, adanya PPKM Mikro di beberapa wilayah Indonesia, berimbas pada menurunnya okupansi hotel di sejumlah wilayah.

"Penurunan okupansinya, tadinya kan rata-rata kita bisa sampai 35 sampai 40 persen, tentu bisa turun jadi 10 persen atau 15 persen, bisa saja terjadi," kata Maulana kepada Limapagi, Selasa, 29 Juni 2021.

Menurunnya aktivitas masyarakat yang disebabkan dari dibatasinya kegiatan sosial, menjadi kesulitan tersendiri bagi sektor bisnis perhotelan dan restoran, yang banyak memanfaatkan mobilitas masyarakat sebagai pencaharian utamanya.

"Sehingga kegiatan itu termasuk kegiatan di dalam hotel baik itu meeting, wedding, tentu secara logikanya itu sudah pasti menurunkan okupansi, sudah pasti itu," ujarnya.

Kendati demikian, Maulana menginginkan agar pemberlakuan PPKM Mikro dapat benar-benar dijalankan dengan baik, agar sektor bisnis hotel dan restoran yang ikut terdampak akibat pembatasan mobilitas masyarakat dapat segera pulih kembali.

"Namun di sisi lain sektor usaha hotel dan restoran sangat butuh. Kalau hotel itu butuh mobilitas orang, sementara kalau restoran itu butuh kegiatan bisnis. Jadi kalau orang WFH tentu restoran itu akan berdampak. Kita berharap kegiatan ini memang bener-benar efektif," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah mulai melakukan pengetatan PPKM Mikro terhitung mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021. Ketua Komite Penanganan COvid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan instruksi agar pembatas kegiatan masyarakat diperkuat.

"Kemudian terkait dengan penebalan dan penguatan PPKM mikro arahan presiden tadi untuk melakukan penyesuaian, jadi ini akan berlaku mulai besok 22 Juni-5 Juli, dua minggu ke depan, bahwa penguatan PPKM mikro akan dituangkan dalam instruksi mendagri," kata Airlangga dalam keterangannya pada Senin, 21 Juni 2021.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post