Harga Emas Berjangka Anjlok ke Bawah USD1.800 per Ons

LIMAPAGI - Harga emas berjangka merosot tajam menjadi berada di bawah level psikologis USD1.800 pada akhir perdagangan Kamis, 6 Januari 2022 waktu setempat. Di mana penurunan tersebut etelah risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan dan memicu reli imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Mengutip antaranews, Jumat, 7 Januari 2022, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD35,9 atau 1,97 persen menjadi ditutup pada USD1.789,20 per ounce. Di pasar spot, emas juga merosot 1,2 persen menjadi diperdagangkan di USD1.788,25 per ounce.

Baca Juga: Harga Emas Berjangka Turun Tipis di Tengah Kuatnya Imbal Hasil Obligasi AS

Sehari sebelumnya, Rabu (5/1/2022), emas berjangka terangkat USD10,5 atau 0,58 persen menjadi USD1.825,10, setelah menguat USD14,5 atau 0,81 persen menjadi USD1.814,60 pada Selasa (4/1/2021), dan jatuh USD28,5 atau 1,56 persen menjadi USD1.800,10 pada Senin (3/1/2022).

Risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dirilis setelah penutupan pasar pada Rabu (5/1/2022), menunjukkan para pejabat telah membahas penyusutan kepemilikan aset bank sentral secara keseluruhan serta menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan untuk melawan inflasi.

Prospek kenaikan suku bunga memberikan tekanan pada emas karena mengurangi selera investor terhadap logam safe haven yang tidak dikenakan bunga.

Titik fokus utama adalah jumlah kenaikan suku bunga dan seberapa agresif Fed akan melakukannya, yang telah menempatkan emas dalam posisi rentan, kata Ed Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Jika pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah jauh lebih tinggi dalam jangka pendek, itu akan sangat mengganggu perdagangan emas, tambah Moya.

Sementara itu, data ekonomi yang dirilis pada Kamis (6/1/2022) beragam. Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa Indeks Aktivitas Bisnis tercatat 67,6 persen pada Desember, turun 7 poin persentase dibandingkan dengan angka 74,6 persen pada November.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik Nyaris 1 Persen di Tengah Lonjakan Omicron

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS mencapai 207.000 dalam pekan yang berakhir 1 Januari, lebih tinggi dari perkiraan pasar 195.000 dan 7.000 lebih tinggi dari minggu sebelumnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 98 sen atau 4,23 persen, menjadi ditutup pada USD22,19 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD41,2 atau 4,11 persen, menjadi ditutup pada USD960,70 per ounce.

KABAR LAINNYA