Rotasi Bumi Melambat Secara Misterius di 2021, Apa Dampaknya?

LIMAPAGI - Para ahli astronomi mendeteksi baru-baru ini rotasi Bumi lebih lambat dari biasanya. Diketahui, Bumi memiliki rata-rata rotasi penuh pada porosnya setiap 86.400 detik atau 24 jam.

Meski demikian, proses rotasi tersebut tidak sempurna. Terdapat banyak variasi, tergantung pada pergerakan inti, lautan, dan atmosfer.

Baca Juga: NASA Temukan ‘Lubang Ozon Antartika’ Terbesar ke-13

Namun, sejak awal Juli hingga 30 September 2021, rotasi Bumi lebih lambat 0,05 detik. Ini kontras dengan tahun sebelumnya di mana Bumi bergerak lebih cepat.

Pada 2020, rotasi Bumi lebih cepat sehingga memecahkan rekor untuk hari terpendek, yang pernah ditetapkan pada tahun 2005, sebanyak 28 kali.

Hari terpendek 2020 terjadi pada 19 Juli 2020, ketika Bumi menyelesaikan rotasinya 1,4602 milidetik lebih cepat dari rata-rata 86.400 detik.

Universal Coordinated Time (UTC), metode penunjuk waktu internasional resmi, didasarkan pada jam atom, mengukur waktu dengan pergerakan elektron dalam atom telah didinginkan hingga nol mutlak. Jam atom tepat dan tidak berubah.

Melansir dari Live Science, Minggu (31/10/2021) jadi, jika rotasi Bumi dan jam atom tidak cukup sinkron maka ada sesuatu yang harus diteliti.

Kondisi melambatnya rotasi Bumi terjadi tanpa ada tanda-tanda sehingga para ilmuwan sulit untuk mendeteksi apa penyebab hingga perubahan jangka panjang dari fenomena ini.

"Kami telah mencoba memodelkan berbagai hal secara internal untuk dua tahun ke depan atau lebih. Tapi kami mengalami kesulitan memprediksi lebih dari enam bulan atau satu tahun ke depan," ujar Nick Stamatakos, perwakilan dari Observatorium Angkatan Laut AS.

Dampak rotasi Bumi melambat di 2021 ini adalah ketika waktu astronomis menyimpang dari UTC lebih dari 0,4 detik, UTC mendapat penyesuaian dalam bentuk detik kabisat.

Ada kemungkinan yang bisa terjadi jika Bumi melambat, yaitu penambahan waktu satu detik di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Badai Matahari Melanda Bumi Sebabkan Gangguan Listrik dan Internet

Meskipun akan berdampak kecil pada kehidupan manusia sehari-hari, Science Focus BBC melaporkan, hal itu mungkin memiliki konsekuensi besar bagi teknologi seperti satelit GPS, ponsel, komputer, dan jaringan komunikasi, yang bergantung pada sistem waktu tepat.

Namun, masalah seperti itu akan bisa diselesaikan, mungkin dengan menghapus detik kabisat daripada menambahkannya. Jadi, perlambatan ini tidak perlu dikhawatirkan kecuali percepatan.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post