Kereta Cepat Dilengkapi Fasilitas Kereta Ukur, Apa Itu?

LIMAPAGI - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan dilengkapi oleh fasilitas kereta ukur. Di mana digunakan untuk inspeksi, pengujian, maupun pemeriksaan atau Comprehensive Inspection Train (CIT).

"Kereta cepat ini harus disiapkan secara total, selain rangkaian (gerbong) EMU terbaru yang canggih untuk operasional penumpang, Kita juga akan siapkan kereta ukur berkecepatan tinggi yang sama hebatnya untuk kebutuhan uji coba dan perawatan jaringan prasarana," kata Presiden Direktur PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi, Minggu, 5 Desember 2021.

Baca Juga: KCIC Pastikan Kereta Cepat Punya Sistem Keamanan Tinggi, Apa Teknologinya?

Dwiyana memaparkan kereta ukur ini dirancang agar dapat mendeteksi kondisi lintasan, pengukuran listrik aliran atas atau Overhead Contact System (OCS), pengujian dan pemeriksaan jaringan komunikasi, sistem persinyalan, serta dinamika dan integrasi rel-roda dalam kecepatan tinggi hingga 350 kilometer per jam.

"Kereta ukur ini akan melaju maksimal sampai kecepatan 350 km per jam. Meski dengan kecepatan tersebut, kereta ukur mampu mendeteksi kondisi lintasan, melakukan pemeriksaan terhadap OCS, jaringan untuk telekomunikasi, sistem persinyalan, dan banyak infrastruktur lainnya dengan akurasi tinggi," katanya mengutip antaranews.

Dirinya menambahkan kereta ukur juga akan dilengkapi sistem yang dapat mengumpulkan, memproses, dan menganalisa data terkait kondisi lintasan yang dilaluinya secara otomatis, real-time, dan menyeluruh.

Untuk pengukuran geometri lintasan KCJB, kereta ukur menerapkan teori inersia, pemrosesan gambar berkecepatan tinggi, dan teknologi laser berkecepatan tinggi. Dengan begitu, kereta ukur mampu melakukan pengukuran akurat terhadap lebar rel, kesejajaran rel, cross section/pertinggian rel kiri-kanan, dan lendutan rel.

Untuk OCS, teknologi pengukuran kontak dan nonkontak digunakan guna mengukur parameter geometri kawat kontak, parameter interaksi antara pantograph dan kawat kontak, dan parameter power supply secara real-time.

Untuk kebutuhan pemeriksaan komunikasi, kereta ukur akan dilengkapi peralatan untuk mengukur jangkauan sinyal komunikasi, gangguan medan elektromagnetik lingkungan, data suara dan data kontrol layanan penumpang, serta data kontrol kereta.

Sedangkan untuk pemeriksaan persinyalan, kereta ukur ini dirancang untuk mampu mengukur peralatan parameter persinyalan seperti balise, track circuit, kapasitor kompensasi, dan arus balik traksi.

Kereta ini juga memiliki peralatan untuk mengukur dan menguji gaya dinamika rel dengan parameter kekuatan rel-roda secara vertikal/lateral, koefisien derailment, rasio pengukuran beban roda, gaya wheelset lateral, akselerasi badan kereta secara vertikal/lateral, akselerasi kerangka lateral, dan akselerasi kontak gandar vertikal.

Selain itu terdapat peralatan pemeriksaan sistem integral yang berfungsi sebagai sinkronisasi lokasi, kalibrasi waktu, pengolahan data inspeksi secara komprehensif, monitoring video CCTV, dan jaringan data.

Baca Juga: INKA Lagi Kembangkan Prototipe Kereta Cepat, Namanya Merah Putih!

Peralatan untuk kebutuhan sistem integral ini juga telah dilengkapi encoder, teknologi RFID dan GPS untuk mendapatkan lokasi yang akurat saat dalam kecepatan tinggi, dan presisi lokasi hingga 2 meter.

"Kereta ukur berkecepatan tinggi untuk kereta cepat Jakarta Bandung pasti memiliki kemampuan terbaik sesuai fungsinya. Kehadiran kereta ukur ini menjadi penting untuk menguji kualitas dan pemeliharaan agar dapat beroperasi dengan kualitas pelayanan terbaik bagi seluruh penumpang," kata Dwiyana.

KABAR LAINNYA